Oleh : Lutfi Masampa
(Wakil ketua Karang taruna Kel. Kombeli)
Tawuran antar pemuda yang terjadi antara Kelurahan Kombeli dan Kelurahan Takimpo bukan lagi persoalan baru. Konflik ini telah berulang kali terjadi dan seolah menjadi siklus yang tidak pernah benar-benar berakhir. Setiap kali masyarakat berharap situasi kembali aman, tawuran kembali pecah. Hingga hari ini, masyarakat masih menunggu penyelesaian yang benar-benar mampu mengakhiri konflik tersebut, bukan sekadar meredamnya untuk sementara.
Dampak Tawuran terhadap Masyarakat
Yang paling memprihatinkan, dampak dari tawuran ini tidak hanya dirasakan oleh para pelaku, tetapi juga oleh masyarakat yang sama sekali tidak terlibat. Warga yang tinggal di wilayah perbatasan kedua kelurahan menjadi pihak yang paling sering merasakan akibatnya. Mereka hidup dalam rasa khawatir setiap kali konflik terjadi. Kaca rumah pecah akibat lemparan batu, atap rumah berlubang, pagar dan bangunan mengalami kerusakan, bahkan fasilitas umum yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama ikut menjadi sasaran. Kerugian tersebut bukan hanya berupa materi, tetapi juga hilangnya rasa aman yang merupakan hak setiap warga negara.
Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Jika konflik terus terjadi tanpa penyelesaian yang nyata, maka masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan bahwa persoalan ini benar-benar menjadi perhatian semua pihak. Sudah terlalu banyak keresahan yang dirasakan warga. Sudah terlalu banyak kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat yang sebenarnya tidak memiliki hubungan apa pun dengan konflik tersebut.
Peran APH dalam Penegakan Hukum
Dalam situasi seperti ini, masyarakat tentu berharap aparat kepolisian dapat menunjukkan penegakan hukum yang tegas, profesional, dan konsisten terhadap setiap pelaku tawuran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ketika tawuran terus berulang, wajar apabila muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai sejauh mana upaya penegakan hukum mampu memberikan efek jera. Penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu menjadi salah satu kunci penting agar konflik serupa tidak terus berulang.
Peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga sangat dibutuhkan. Sebagai aparat yang berada paling dekat dengan masyarakat, mereka memiliki posisi strategis untuk melakukan pendekatan kepada para pemuda, mendeteksi potensi konflik sejak dini, memediasi pihak-pihak yang berselisih, serta membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pencegahan harus menjadi prioritas, karena mencegah jauh lebih baik daripada menangani konflik setelah kerusakan terjadi.
Peran Pemerintah Kelurahan
Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Kombeli dan Kelurahan Takimpo juga harus mengambil peran yang lebih aktif. Lurah sebagai pemimpin di tingkat kelurahan diharapkan mampu menjadi penggerak rekonsiliasi dengan mempertemukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para orang tua. Program pembinaan kepemudaan, kegiatan olahraga bersama, pelatihan keterampilan, dan forum silaturahmi perlu terus digalakkan agar para pemuda memiliki ruang positif untuk berinteraksi dan membangun persaudaraan, bukan permusuhan.
Komitmen Bersama Mewujudkan Perdamaian
Namun, penyelesaian persoalan ini tidak akan berhasil apabila hanya mengandalkan aparat keamanan dan pemerintah. Seluruh masyarakat harus ikut mengambil bagian. Orang tua harus memperkuat pengawasan terhadap anak-anaknya, tokoh agama harus terus menyampaikan pesan-pesan perdamaian, tokoh masyarakat harus menjadi penengah ketika mulai muncul gesekan, dan para pemuda sendiri harus menyadari bahwa tidak ada kebanggaan dalam tawuran. Yang tersisa hanyalah kerugian, penderitaan, dan permusuhan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sudah saatnya semua pihak berhenti saling menyalahkan dan mulai membangun komitmen bersama untuk mengakhiri konflik ini. Tawuran yang terus berulang bukanlah identitas yang patut dipertahankan. Masyarakat Kombeli dan Takimpo berhak hidup dalam suasana yang aman, damai, dan saling menghormati. Perdamaian hanya akan terwujud apabila aparat penegak hukum menjalankan tugasnya secara konsisten, pemerintah hadir sebagai penggerak solusi, dan masyarakat bersatu menjaga keamanan lingkungannya. Sebab pada akhirnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kita semua.








