TAKAWA.ID - Chelsea harus menelan kekalahan pahit usai takluk 1-2 dari Sunderland pada laga Premier League di Stadium of Light, Minggu (24/5/2026). Hasil ini membuat The Blues mengakhiri musim dengan kekecewaan besar setelah gagal menembus papan atas klasemen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Chelsea langsung mencoba mengambil kendali permainan lewat tekanan dari lini tengah. Namun, duet Enzo Fernández dan Cole Palmer terlihat kurang percaya diri dalam membangun serangan. Situasi tersebut dimanfaatkan Sunderland yang perlahan mulai mendominasi jalannya pertandingan dan tampil lebih efektif.

Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-25. Berawal dari bola liar di kotak penalti, Trai Hume melepaskan tendangan voli first-time yang tak mampu diantisipasi Robert Sánchez. Bola meluncur deras ke tiang dekat dan membawa Sunderland unggul 1-0.

Tertinggal satu gol membuat pertahanan Chelsea semakin goyah. Catatan buruk tanpa clean sheet dalam 16 pertandingan liga beruntun kembali menghantui tim tamu. Menjelang turun minum, Chelsea sebenarnya memperoleh peluang emas melalui sundulan João Pedro, tetapi bola masih melenceng dari target.

Memasuki babak kedua, Sunderland tetap bermain agresif dan terus menekan lini belakang Chelsea. Robert Sánchez sempat menyelamatkan timnya lewat aksi gemilang saat menggagalkan peluang emas Brian Brobbey dalam duel satu lawan satu. Namun, keberuntungan berpihak kepada Sunderland beberapa saat kemudian. Umpan tarik Brobbey justru membentur Malo Gusto dan berbelok masuk ke gawang sendiri, membuat skor berubah menjadi 2-0.

Chelsea tak tinggal diam. Enam menit berselang, Cole Palmer berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sepakan rendah yang gagal dihentikan Robin Roefs. Gol tersebut sekaligus mengakhiri puasa gol Palmer dalam 14 pertandingan bersama klub maupun tim nasional.

Harapan Chelsea untuk bangkit justru mendapat pukulan telak setelah Wesley Fofana menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Wilson Isidor. Bermain dengan 10 orang membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan, sementara Sunderland semakin leluasa menekan. Habib Diarra bahkan nyaris memperbesar keunggulan andai sepakannya tidak melambung di tiang jauh.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Sunderland berhasil mempertahankan keunggulan 2-1. Kemenangan ini memastikan mereka finis di posisi ketujuh klasemen dan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Sebaliknya, Chelsea harus puas mengakhiri musim di peringkat ke-10 setelah hasil mengecewakan tersebut.