TAKAWA.ID - Paris Saint-Germain harus pulang dengan hasil mengecewakan setelah kalah 1-2 dari rival sekota, Paris FC, pada laga Ligue 1 di Stade Jean-Bouin, Minggu (17/5/2026). Kekalahan ini langsung menjadi perhatian para pendukung PSG, terutama kelompok ultras yang mulai cemas dengan performa tim menjelang final Liga Champions melawan Arsenal pekan depan.
Namun di balik hasil buruk tersebut, muncul pertanyaan di kalangan penggemar. Apakah ini murni karena PSG kehilangan fokus, atau justru bagian dari strategi pelatih Luis Enrique untuk menjaga kondisi para pemain tetap prima? Mengingat final Liga Champions tinggal menghitung hari, menjaga kebugaran skuad tentu menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Sejak awal pertandingan, Paris FC tampil lebih berani. Bermain tanpa tekanan, mereka beberapa kali membuat lini pertahanan PSG kerepotan. Kiper PSG, Matvey Safonov, bahkan harus bekerja keras di babak pertama untuk menyelamatkan timnya dari kebobolan.
Safonov tampil gemilang dengan menggagalkan peluang emas dari Moses Simon dan Willem Guebbels. Total tujuh penyelamatan dibuatnya, membuat PSG masih mampu menjaga skor tetap 0-0 hingga turun minum.
PSG akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50. Berawal dari umpan rendah Fabián Ruiz, Bradley Barcola berhasil menyambar bola di tiang jauh dan membawa PSG unggul 1-0.
Sayangnya, keunggulan itu tidak bertahan lama. PSG justru terlihat mengendurkan permainan setelah unggul. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Paris FC lewat perubahan taktik yang dilakukan pelatih Antoine Kombouaré.
Masuknya Alimani Gory, Ilan Kebbal, dan Luca Koleosho memberi energi baru bagi serangan Paris FC. Hasilnya terlihat pada menit ke-76 ketika Gory berhasil menyamakan skor usai memanfaatkan bola liar di depan gawang.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Paris FC justru menghukum PSG di masa tambahan waktu. Serangan balik cepat yang dibangun Ilan Kebbal diteruskan Luca Koleosho lewat umpan matang kepada Gory, yang tanpa kesalahan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+4.
Kekalahan ini jelas bukan modal ideal bagi PSG menjelang partai final Liga Champions. Namun, sebagian fans masih berharap hasil ini hanyalah bagian dari cara Luis Enrique menjaga timnya tetap bugar untuk laga yang jauh lebih penting: final melawan Arsenal.















