KENDARI, TAKAWA.ID - Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., secara resmi membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat malam (24/04/2026).

Mengusung tema besar “Produktif untuk Sultra Sejahtera”, perayaan tahun ini dirancang sebagai simbol kebangkitan ekonomi pasca-pandemi dan penguatan identitas lokal. Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan akbar ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk bersama-sama menikmati rangkaian acara ini. Ini adalah pesta rakyat, sekaligus momentum kita untuk bersatu membangun daerah yang lebih produktif,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Gubernur Andi Sumangerukka juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Wakatobi. Sebagaimana diketahui, sedianya perhelatan HUT ke-62 Sultra direncanakan berlangsung di wilayah kepulauan tersebut namun harus dipindahkan ke Kendari karena kendala teknis.

"Saya selaku gubernur ingin mengucapkan permohonan maaf, terutama kepada masyarakat Wakatobi, di mana seharusnya acara kegiatan ini dilakukan di Wakatobi, tetapi karena kendala teknis akhirnya dilaksanakan di sini," ucapnya dengan tulus.

Sebagai bentuk kompensasi dan penghargaan, Gubernur mengumumkan pengalihan alokasi dana sebesar Rp5 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan SD Abdi Sokola Wakatobi. Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan anggaran tambahan untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa Wakatobi akan tetap mendapatkan peluang pembangunan yang setara dengan kabupaten lainnya demi menjaga harmoni dan keberkahan pembangunan di Sultra.

Ketua Panitia HUT ke-62 Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa esensi perayaan kali ini adalah dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan 24 rangkaian kegiatan yang melibatkan sekitar 6.000 partisipan, acara ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak UMKM lokal.

“Kegiatan ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang transaksi ekonomi. Kami memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 75.000 hingga 85.000 orang, dengan potensi perputaran ekonomi yang luar biasa, yakni mencapai Rp3 miliar,” ungkap Ridwan.

Ia menambahkan bahwa tingginya keterlibatan masyarakat dalam setiap mata acara mencerminkan dukungan kuat terhadap pembangunan daerah.

“Kami yakin kemajuan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-62 ini akan diisi dengan berbagai pameran pembangunan, festival budaya, pasar murah, hingga panggung hiburan rakyat yang melibatkan artis lokal maupun nasional. Transformasi kawasan Eks MTQ menjadi pusat ekonomi kreatif selama pekan perayaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat produktivitas sesuai dengan tema yang diusung.