TAKAWA.ID - Malam penuh emosi menyelimuti Etihad Stadium saat Manchester City harus menelan kekalahan pahit 1-2 dari Aston Villa pada laga terakhir Premier League, di Etihad stadium, Minggu (24/5/2026). Alih-alih pesta perpisahan manis untuk Pep Guardiola, The Citizens justru menutup musim dengan air mata.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester City langsung tampil menekan. Pasukan Pep Guardiola bermain agresif demi menghadirkan kemenangan sebagai hadiah terakhir bagi sang pelatih yang akan mengakhiri perjalanannya bersama klub. Gemuruh dukungan suporter memenuhi seluruh penjuru stadion, menciptakan atmosfer luar biasa di laga penuh makna tersebut.

Usaha City akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Antoine Semenyo memecah kebuntuan lewat gol spektakuler. Memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok yang gagal diantisipasi pertahanan Villa, Semenyo melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu dihentikan kiper lawan.

Gol itu menjadi torehan ke-17 Semenyo di Premier League musim ini, sekaligus mempertegas statusnya sebagai rekrutan sukses City sejak didatangkan pada bursa transfer Januari.

Namun keunggulan tersebut tak membuat Aston Villa goyah. Tim tamu tetap tenang dan justru bangkit usai turun minum. Baru dua menit babak kedua berjalan, Ollie Watkins menghukum kesalahan fatal John Stones. Bek timnas Inggris itu gagal menyapu bola dengan sempurna, memberi ruang bagi Watkins untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-47.

Petaka bagi City datang pada menit ke-61. Watkins kembali menunjukkan ketajamannya dengan lolos dari kawalan lini belakang sebelum menaklukkan James Trafford lewat penyelesaian dingin di depan gawang.

Gol sempat memicu kontroversi setelah hakim garis mengangkat bendera offside. Namun setelah pemeriksaan VAR, gol dinyatakan sah karena Ruben Dias dianggap membuat posisi Watkins tetap onside. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Aston Villa.

City berupaya keras mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan, tetapi kokohnya pertahanan Villa membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini membuat Manchester City harus puas menutup musim di posisi kedua klasemen akhir, berada di bawah Arsenal yang keluar sebagai juara. Di sisi lain, Aston Villa berpesta setelah memastikan tiket Liga Champions dengan finis di posisi keempat.

Meski hasil akhir mengecewakan, pertandingan ini menghadirkan momen yang akan sulit dilupakan publik Etihad. Bernardo Silva, yang akan meninggalkan klub, mendapat guard of honour saat ditarik keluar lapangan. Ribuan pendukung berdiri memberikan penghormatan kepada sang gelandang yang telah menjadi bagian penting kesuksesan City.

Puncak emosional terjadi di tepi lapangan. Pep Guardiola dan Bernardo Silva tak mampu membendung air mata saat berpelukan erat. Stadion yang sebelumnya riuh berubah menjadi haru, menandai akhir sebuah era emas Manchester City.

Guardiola resmi menutup lembar panjangnya bersama The Citizens setelah 593 pertandingan dan koleksi 20 trofi bergengsi. Sebuah perpisahan yang penuh kenangan—namun harus diakhiri dengan luka di hadapan publik sendiri.