TAKAWA.ID - Aston Villa akhirnya kembali berdiri di puncak Eropa. Tim asal Inggris itu sukses menjuarai Europa League 2026 setelah menumbangkan wakil Jerman, SC Freiburg, dengan skor telak 3-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion Tupras, Besiktas, Turki, Rabu (21/5/2026) malam.
Kemenangan ini terasa begitu spesial bagi Aston Villa. Di bawah arahan Unai Emery, The Villans tampil penuh percaya diri sejak menit pertama. Mereka bermain agresif, mendominasi penguasaan bola, dan tak memberi banyak ruang bagi Freiburg untuk mengembangkan permainan.
Sejak awal, Villa langsung menunjukkan ancamannya saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Youri Tielemans, bola diberikan kepada Morgan Rogers yang berdiri bebas di depan kotak penalti. Rogers melepaskan tendangan keras, namun kiper Freiburg, Noah Atubolu, masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
SC Freiburg sempat mencoba memberikan perlawanan pada menit ke-17. Tendangan bebas Vincenzo Grifo mengarah ke area berbahaya, tetapi berhasil dihalau Victor Lindelof dengan sundulan. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Nicolas Hofler yang langsung melepaskan tembakan keras, meski hasilnya masih jauh dari sasaran.
Setelah beberapa peluang tercipta, Aston Villa akhirnya memecah kebuntuan jelang turun minum. Pada menit ke-40, Lucas Digne melakukan pergerakan apik di sisi kiri sebelum mengirim umpan silang rendah. Bola sempat dipotong pemain Freiburg dan menghasilkan sepak pojok.
Dari situasi tersebut, Morgan Rogers mengirim umpan ke tepi kotak penalti yang langsung disambut Tielemans dengan tendangan voli keras ke sudut kiri bawah gawang. Gol itu membuat pendukung Aston Villa bersorak dan membawa timnya unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat Villa semakin percaya diri. Tak lama berselang, mereka kembali mencetak gol kedua. Berawal dari umpan John McGinn di sisi kiri, serangan Villa berakhir dengan penyelesaian apik lewat tendangan kaki kiri ke sudut kiri atas gawang Freiburg. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Freiburg mencoba bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Namun justru Aston Villa yang kembali menghukum lawannya.
Gol ketiga hadir melalui aksi Emiliano Buendia di sisi kiri lapangan. Ia melakukan akselerasi sebelum melepaskan umpan silang rendah ke tiang dekat. Morgan Rogers yang datang tanpa kawalan dengan mudah menyambar bola dan mengubah skor menjadi 3-0.
Aston Villa sebenarnya punya peluang memperbesar kemenangan pada menit ke-70. John McGinn mengirim sepak pojok akurat ke arah Amadou Onana yang berhasil menyundul bola dari sudut sempit. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Freiburg tak mampu membalas satu gol pun. Skor 3-0 tetap bertahan dan memastikan Aston Villa keluar sebagai juara Europa League musim ini.
Hasil Pertandingan ini sekaligus menegaskan kualitas Unai Emery di kompetisi Eropa. Gelar tersebut menjadi trofi Europa League kelima sepanjang karier kepelatihannya, sebuah pencapaian yang membuat namanya kembali dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik di ajang ini.

















