BUTON, TAKAWA.ID - Warga di wilayah Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara, dihebohkan oleh kemunculan benda asing berwarna putih yang terlihat melintas di langit pada Sabtu malam, (11/42026) pukul 19.40 WITA. Fenomena tersebut tampak seperti cahaya berbentuk kerucut atau awan terang yang bergerak perlahan dan menyebar di langit, sehingga memicu berbagai spekulasi di masyarakat.

Sejumlah warga mengabadikan kejadian itu dalam bentuk foto dan video yang kemudian viral di media sosial. Banyak yang menduga benda tersebut sebagai UFO, meteor, bahkan fenomena mistis.

Analisis BMKG: Bukan Fenomena Cuaca atau Alam

Kepala BMKG kota Baubau Hadi Setiawan menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan berasal dari gejala meteorologi atau cuaca. Berdasarkan analisis awal, karakteristik cahaya yang terlihat tidak sesuai dengan fenomena alam seperti meteor atau komet.

Hadi menjelaskan bahwa bentuk cahaya menyerupai awan bercahaya yang melebar merupakan indikasi fenomena optik di lapisan atas atmosfer, bukan objek yang jatuh ke Bumi.

"Cahaya yang terlihat diduga berasal dari pantulan sinar matahari terhadap gas buang roket di ruang hampa udara," tambahnya.

BMKG  juga memastikan bahwa kejadian tersebut tidak berbahaya dan tidak berkaitan dengan bencana alam.

Lebih lanjut, BMKG mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas peluncuran roket komersial Jielong-3 (Smart Dragon-3) yang tercatat dilakukan pada hari yang sama sekitar pukul 19.22 WITA.  

Cahaya putih yang terlihat diduga berasal dari pantulan sinar matahari terhadap gas buang roket di ruang angkasa, yang kemudian membentuk efek visual menyerupai ubur-ubur atau dikenal sebagai space jellyfish.

Fenomena seperti ini bisa terlihat dari wilayah luas, terutama di daerah dekat garis khatulistiwa.

Penjelasan BRIN: Fenomena Antariksa Buatan Manusia

BRIN sebagai lembaga yang berwenang dalam bidang antariksa memberikan penjelasan tambahan berdasarkan pola kejadian serupa sebelumnya.

Lebih lanjut BRIN menyatakan bahwa fenomena cahaya di langit Indonesia dalam beberapa waktu terakhir umumnya berkaitan dengan aktivitas benda buatan manusia di luar angkasa, seperti roket atau sampah antariksa yang masuk ke atmosfer.

Dalam kasus serupa di wilayah lain, objek bercahaya sering kali merupakan pecahan roket yang terbakar saat memasuki atmosfer, menghasilkan cahaya terang dan terkadang terlihat terpecah.

Namun, untuk kejadian di Buton, indikasinya lebih kuat sebagai fase peluncuran roket (bukan jatuhnya sampah antariksa), sehingga cahaya yang muncul bersifat stabil dan menyebar, bukan pecah-pecah.

BMKG dan BRIN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak terverifikasi, terutama yang mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal di luar sains.

Fenomena tersebut merupakan bagian dari aktivitas antariksa global yang semakin sering terlihat seiring meningkatnya peluncuran satelit dan roket di dunia, dan secara umum tidak membahayakan bagi kehidupan di Bumi.