BUTON, TAKAWAN.ID - Insiden kekerasan yang berujung tragis terjadi di Kabupaten Buton pada Selasa dini hari (7/4/2026) sekira pukul 01:00 WITA. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan dan penikaman di jalan poros Pasarwajo–Wabula, tepatnya di depan Kantor Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Peristiwa bermula dari ketegangan di jalan yang dipicu aksi penendangan terhadap sepeda motor milik rekan pelaku oleh orang tak dikenal. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi cekcok hingga berujung perkelahian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Buton, AKP Sunarton, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
“Awalnya motor teman pelaku ditendang oleh seseorang yang tidak dikenal. Dari situ terjadi cekcok yang kemudian berujung perkelahian di lokasi kejadian,” ujarnya.
Dalam perkelahian tersebut, pelaku berinisial R lebih dulu melakukan pemukulan terhadap korban. Tak lama kemudian, pelaku lainnya berinisial LLPS datang dan melakukan penikaman menggunakan senjata tajam jenis badik.
“Pelaku LLPS menikam korban pada bagian perut sebelah kanan,” jelasnya.
Korban sempat berusaha menjauh dari lokasi kejadian, namun akhirnya terjatuh akibat pendarahan hebat. Warga yang menemukan korban kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.57 WITA.
AKP Sunarton menambahkan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Dalam waktu kurang lebih lima jam, kami berhasil mengamankan dan menetapkan dua tersangka, yakni LLPS yang berperan melakukan penikaman dan R yang melakukan pemukulan,” ungkapnya.
Selain menetapkan dua tersangka, polisi juga mengamankan lima orang lainnya yang saat ini masih berstatus sebagai saksi. Barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan dalam aksi penikaman turut diamankan oleh petugas.
Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Buton dan masih menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.







