BUTON TENGAH, TAKAWA.ID - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui dukungan pemerintah pusat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan melakukan audiensi bersama Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan, Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyampaikan undangan kepada Presiden Republik Indonesia untuk berkunjung ke Buton Tengah sekaligus meresmikan sejumlah proyek strategis yang telah dibangun di daerah tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kami beraudiensi dengan Bapak Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan. Melalui beliau kami menyampaikan undangan kepada Bapak Presiden untuk berkunjung ke Buton Tengah guna meresmikan dan meninjau beberapa proyek nasional unggulan," ujar Azhari diakun Facebook pribadinya, Kamis (6/8/2026).
Sejumlah proyek yang diusulkan untuk dikunjungi Presiden antara lain RSUD Buton Tengah, Gedung SRT Nomor 1 Buton Tengah, peluncuran SNT Nasional di Buton Tengah, serta program pembangunan Batalyon 870 Sangiawambulu. Selain itu, pemerintah daerah juga memaparkan rencana transformasi KNMP menjadi kampus berbasis STEM yang berfokus pada bidang kemaritiman.
Tidak hanya itu, Azhari juga mempresentasikan gagasan Transmigrasi Maritim atau Trans Marine, sebuah konsep baru yang dikembangkan sebagai model transmigrasi berbasis potensi kelautan.
Menurutnya, ide tersebut lahir dari hasil diskusi bersama Prof. Suratman saat menjadi tenaga ahli program Trans Patriot di Buton Tengah. Kini, konsep tersebut telah mendapat perhatian dan dukungan dari Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan.
"Insya Allah, beliau akan segera mengadakan rapat lintas kementerian, kemudian bersama-sama melakukan kunjungan ke Buton Tengah untuk meninjau potensi Transmigrasi Maritim serta berbagai program unggulan Presiden yang sedang dikembangkan di daerah ini," kata Azhari.
Ia menjelaskan, konsep Transmigrasi Maritim akan dikolaborasikan dengan investasi swasta melalui pengembangan kawasan yang diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maupun Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor kelautan.
Sebagai tahap awal, program percontohan ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini atau paling lambat tahun depan. Sasaran utamanya adalah masyarakat lokal, khususnya generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Mereka nantinya akan mendapatkan dukungan berupa keramba budidaya, rumah, kapal, serta pendampingan dan pembinaan dari Kementerian Transmigrasi selama satu hingga dua tahun sebagai bekal untuk membangun usaha berbasis sektor kelautan.
Azhari berharap seluruh rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buton Tengah sekaligus menjadi model pembangunan yang dapat diterapkan di wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.
"Semoga program ini segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat Buton Tengah. Jika berhasil, kami berharap konsep ini dapat menjadi contoh yang bisa dikembangkan di daerah kepulauan lainnya," tutupnya.















