BUTON, TAKAWA.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 dengan menggelar berbagai kegiatan sosial di tiga wilayah hukumnya, yakni Kabupaten Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah.

Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan upacara puncak di halaman Kantor Kejari Buton, Rabu (2/9/2026). Upacara dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta instansi vertikal dari tiga kabupaten.

Turut hadir Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, Bupati Buton Tengah Dr. Azhari, dan Bupati Buton Selatan Muhammad Adios.

Kepala Kejari Buton, Sterry Fendy Andih, S.H., M.H., dalam amanatnya mengingatkan sejarah lahirnya Kejaksaan yang berdiri 15 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tonggak tersebut ditandai dengan pelantikan Mr. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama RI.

Menurut Sterry, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa Kejaksaan memiliki peran strategis dalam menjaga hukum, mengawal cita-cita kemerdekaan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ada yang berbeda dalam upacara tahun ini. Jajaran Kejari Buton mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) sebagai simbol kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas.

Momentum tersebut juga diisi pemberian penghargaan kepada tiga insan Adhyaksa. La Afan La Idi, S.H., M.H. menerima penghargaan atas pengabdian 30 tahun, Nurdin, S.H. selama 20 tahun, dan Muhammad Syahid Arifin, S.H., M.H. selama 10 tahun.

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”

Sterry menegaskan tema tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang profesional, serta penegakan hukum yang tetap mengedepankan keadilan dan sisi kemanusiaan.

Ia berharap semangat peringatan HUT Kejaksaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi meningkatkan kepercayaan masyarakat di tiga wilayah hukum Kejari Buton.