BUTON TENGAH, TAKAWA.ID - Ulama Buya Yahya kembali melanjutkan rangkaian Safari Dakwah di wilayah Kepulauan Buton. Kali ini, tausiyah digelar di Masjid Raya Nurul Yakin, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Kamis (6/8/2026), dan dihadiri ratusan jamaah serta unsur pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Tengah Akhmad Sabir, S.H., para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Buton Tengah.

Dalam safari dakwahnya, Buya Yahya didampingi BKPRMI Kecamatan Pasarwajo dan Komunitas Spirit Pemuda Hijrah Kota Baubau.

Mewakili Bupati Buton Tengah, Asisten I Akhmad Sabir mengaku bersyukur dapat menyambut langsung kehadiran Buya Yahya. Menurutnya, selama ini ia hanya mengikuti kajian Buya Yahya melalui media digital.

"Hari ini kita adalah orang-orang yang beruntung karena bisa bertemu langsung dengan Buya Yahya. Terima kasih atas kehadirannya di Buton Tengah. Mohon maaf apabila dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Buton Tengah tidak dapat hadir lantaran sedang menjalankan tugas di Jakarta. Meski demikian, bupati menitipkan salam dan berharap mendapat doa dari Buya Yahya.

Dalam tausiyahnya, Buya Yahya menekankan pentingnya memiliki qalbun salim atau hati yang bersih sebagai kunci menciptakan kedamaian dalam kehidupan.

Menurutnya, rasa dengki dan dendam menjadi sumber lahirnya berbagai persoalan, mulai dari fitnah, kezaliman, hingga permusuhan di tengah masyarakat.

"Kalau hati dipenuhi dengki dan dendam, akhirnya muncul fitnah dan perbuatan zalim. Nabi mengajarkan agar kehidupan dibangun di atas kasih sayang," tutur Buya Yahya.

Ia menilai, banyak konflik yang terjadi di tengah masyarakat berawal dari penyakit hati, bahkan persoalan warisan kerap menjadi penyebab putusnya tali silaturahmi antarkeluarga.

Buya Yahya juga mengingatkan agar umat Islam tidak membiasakan diri mencaci maki, termasuk dalam perbedaan pendapat di lingkungan masyarakat maupun organisasi.

"Seorang mukmin sejati tidak mudah mencaci maki. Biasakan mendoakan orang yang memiliki masalah dengan kita. Jangan mendoakan keburukan bagi orang lain," pesannya.

Menurutnya, salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah mendoakan kebaikan bagi orang yang pernah menyakiti atau menzalimi kita. Doa yang dipanjatkan tanpa sepengetahuan orang tersebut, kata dia, termasuk doa yang mudah dikabulkan Allah SWT.

"Doakan, 'Ya Allah lapangkan rezekinya.' Itulah cara membersihkan hati. Memang tidak mudah, tetapi itulah ilmu yang paling berat sekaligus jalan menuju hati yang bersih," katanya.

Mengakhiri tausiyahnya, Buya Yahya mengajak seluruh jamaah meninggalkan dendam dan membiasakan mendoakan kebaikan kepada sesama agar tercipta kehidupan yang damai dan penuh kasih sayang.

Usai menyampaikan tausiyah, Buya Yahya memimpin doa bersama yang diikuti seluruh jamaah dengan penuh khidmat. Dalam doa tersebut, ia memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kedamaian, kesehatan, serta mempererat persaudaraan umat Islam, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Buton Tengah dan wilayah Kepulauan Buton.