JAKARTA, TAKAWA.ID - Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, terus mendorong terbukanya akses kerjasama internasional untuk mempercepat pengembangan potensi daerah. Hal itu ditunjukkan melalui pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan Jepang di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dalam pertemuan yang difasilitasi PT. Indonesia Research Institute Japan (IRIJ), Syarifudin secara langsung memaparkan berbagai potensi Kabupaten Buton kepada calon mitra usaha Jepang. Sektor yang ditawarkan meliputi perikanan dan kelautan, pertanian, hilirisasi produk, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pertemuan tersebut berlangsung atas undangan resmi IRIJ dan difasilitasi President & CEO PT. Indonesia Research Institute Japan, Albertus Prasetyo Heru Nugroho.
Syarifudin menegaskan, Pemkab Buton ingin membangun kerjasama yang memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Karena itu, peluang yang dijajaki tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga transfer teknologi, akses pasar dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Agenda pertama Wabup Buton berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB bersama Mr. Takeshi Teranishi, pimpinan PT. Nutrindo Joga Shima, perusahaan yang bergerak dalam produksi dan pengolahan ikan serta seafood.
Dalam pertemuan tersebut, Syarifudin menyoroti besarnya peluang sektor perikanan dan kelautan Buton untuk dikembangkan melalui kerjasama dengan perusahaan Jepang.
Menurutnya, potensi tersebut dapat diarahkan pada pembangunan rantai pasok perikanan yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, pembekuan dan pengemasan hingga pemasaran ke pasar internasional.
Wabup juga mendorong agar potensi hasil laut Buton tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah. Hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Setelah itu, Syarifudin melanjutkan pertemuan dengan Mr. Koichi Kato, CEO TDG Holdings, pada pukul 15.30–17.00 WIB.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas peluang pengembangan sumber daya manusia. Syarifudin menawarkan peluang kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk membuka akses bagi tenaga kerja Buton ke pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
Bagi Wabup Buton, pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan modal dan investasi. Kualitas manusia juga harus menjadi bagian penting dari kerjasama yang dibangun.
“Kita ingin potensi Buton dikenal dan terkoneksi dengan pasar internasional. Bukan hanya investasi yang kita harapkan, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM, akses pasar dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat Buton.”»
Syarifudin berharap komunikasi yang dibangun dalam pertemuan tersebut dapat segera berkembang menjadi kerjasama yang lebih konkret. Beberapa peluang yang dapat ditindaklanjuti antara lain business matching, kunjungan investor ke Kabupaten Buton, investasi sektor pengolahan hasil perikanan serta program pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Wabup Buton memperluas jejaring ekonomi daerah ke tingkat internasional. Dengan membuka komunikasi langsung bersama pelaku usaha Jepang, Syarifudin berharap potensi Buton dapat semakin dikenal dan memiliki akses lebih luas ke teknologi, investasi serta pasar global.
Melalui fasilitasi IRIJ, Pemkab Buton kini mulai membangun jembatan kerjasama Buton–Jepang yang diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


















