BAUBAU, TAKAWA.ID - Puluhan pesepeda dari berbagai komunitas dan masyarakat umum memadati jalanan Kota Baubau dalam kegiatan Critical Mass Buton Raya, sebuah agenda bersepeda bersama yang bertujuan mengampanyekan keselamatan pesepeda sekaligus mendorong terciptanya jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi antarpecinta sepeda serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Salah satu penggerak kegiatan, Incu, mengatakan bahwa Critical Mass memiliki makna lebih dari sekadar bersepeda bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan sosial sekaligus melahirkan berbagai gagasan positif dari kalangan anak muda.

"Yang terbangun bukan cuma kesehatan, tetapi juga pertemanan dan komunikasi yang baik. Dari sini banyak teman baru dan ide-ide kegiatan positif yang muncul," ujar Incu, (2/8/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan Critical Mass di Kota Baubau dilaksanakan secara rutin setiap Jumat terakhir pada setiap bulan. Pelaksanaan pada Juli 2026 menjadi kegiatan ketiga sejak agenda tersebut mulai digelar secara konsisten di Baubau.

Critical Mass sendiri merupakan gerakan bersepeda bersama yang dilakukan di jalan raya dengan melibatkan banyak peserta. Gerakan ini bertujuan mengingatkan bahwa jalan merupakan ruang publik yang dapat digunakan oleh seluruh pengguna jalan, termasuk pesepeda.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati saat berkendara serta mendukung penyediaan fasilitas yang lebih ramah bagi pesepeda. Selain mendorong keselamatan di jalan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Di Sulawesi Tenggara, kegiatan seperti Critical Mass mulai mendapat perhatian sebagai salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi ruang di jalan sekaligus membangun budaya bersepeda di lingkungan perkotaan.

Menariknya, kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai usia, termasuk anak-anak. Salah satunya adalah Kaisa Aulia, siswi kelas VI Sekolah Dasar yang menjadi peserta termuda dalam kegiatan tersebut.

Kaisa mengaku antusias bisa bergabung bersama puluhan pesepeda mengelilingi Kota Baubau pada malam hari.

"Saya senang karena bisa bersepeda ramai-ramai. Seru sekali keliling kota malam hari bersama teman-teman dan kakak-kakak," katanya.

Para peserta berharap kegiatan yang digelar secara rutin setiap akhir bulan ini dapat semakin menumbuhkan budaya bersepeda di Kota Baubau. Mereka juga berharap semakin banyak masyarakat yang memilih sepeda sebagai sarana olahraga maupun transportasi yang sehat, aman, dan ramah lingkungan.