BUTON, TAKAWA.ID - Dalam rangkaian safari dakwah di Kepulauan Buton, Buya Yahya melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Sultan Buton, PYM Ir. H. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, di Keraton Buton, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut didampingi panitia BKPRMI Kecamatan Pasarwajo dan komunitas Spirit Pemuda Hijrah Kota Baubau. Kehadiran Buya Yahya juga disambut oleh perangkat adat Keraton Kesultanan Buton, di antaranya Kanepulu, Bonto Ogena (Bonto), serta sejumlah tokoh adat.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Sultan Buton menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Buya Yahya di Keraton Buton.
"Kami merasa bersyukur dan berbahagia karena Buya Yahya dapat berkunjung ke Keraton Buton. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan bagi masyarakat Buton," ujar Sultan.
Pada kesempatan tersebut, Sultan memaparkan sejarah perubahan Kerajaan Buton menjadi Kesultanan Buton pada masa pemerintahan Sultan Murhum. Ia menjelaskan bahwa Sultan Murhum merupakan Sultan Buton pertama yang mendapat gelar Khalifatul Khamis dari Syekh Abdul Wahid al-Fathani sebagai bagian dari perkembangan syiar Islam di Buton.
Tak hanya membahas sejarah berdirinya kesultanan, Sultan juga menjelaskan tata cara pemilihan Sultan Buton serta struktur pemerintahan adat yang masih menjadi bagian dari warisan budaya Kesultanan Buton hingga saat ini.
Sebelum berkunjung ke Keraton, Buya Yahya terlebih dahulu berziarah ke makam Sultan Murhum, sultan pertama Buton, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Islam di wilayah Buton.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari rangkaian safari dakwah Buya Yahya di Kepulauan Buton yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta melestarikan sejarah dan budaya Buton.
















