BUTON, TAKAWA.ID - Sebanyak 164 siswa baru MTsN 1 Buton resmi memulai perjalanan mereka di bangku madrasah melalui kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Aula Penginapan Azzahra, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, ini menjadi momentum penting bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak hari pertama.

Mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Agama, MATAMUDA tahun ini mengusung tema "Berakhlak Mulia, Berprestasi, Berbudaya, Berdaya Saing Global untuk Mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia." Tema tersebut menjadi semangat bersama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan siap menghadapi tantangan global.

Pembukaan MATAMUDA 2026 berlangsung khidmat dan penuh antusias. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, Drs. La Diri, M.A., yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Dalam sambutannya, La Diri mengajak seluruh siswa baru untuk menjadikan masa ta'aruf sebagai langkah awal membangun karakter yang baik. Ia menekankan pentingnya membiasakan sikap disiplin, menjunjung tinggi akhlak mulia, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sebagai bekal meraih masa depan.

Menurutnya, MATAMUDA bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan siswa baru, tetapi merupakan proses pembentukan karakter yang bertujuan membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan dan fasilitas madrasah. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara siswa, guru, dan tenaga kependidikan serta mengenalkan sistem pembelajaran di madrasah yang unggul dan berkarakter.

Kepala MTsN 1 Buton La Dumi, S.Pd., SD, mengatakan bahwa MATAMUDA menjadi pintu gerbang bagi peserta didik baru untuk mengenal kehidupan madrasah secara menyeluruh.

"Tujuan utama MATAMUDA adalah memperkenalkan siswa dengan lingkungan madrasah, mulai dari mengenal teman-teman baru, guru, tata tertib sekolah, hingga budaya yang ada di madrasah," ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh materi yang diberikan telah disusun sesuai juknis Kementerian Agama. Berbagai materi penting disampaikan kepada peserta, di antaranya pendidikan karakter, hak-hak anak, pencegahan perundungan (bullying), penguatan nilai-nilai keagamaan, serta materi lain yang mendukung pembentukan pribadi peserta didik.

"Setiap hari pematerinya berganti. Bahkan dalam satu hari bisa ada dua orang pemateri karena kegiatan berlangsung hingga pukul 12.00," jelasnya.

Para pemateri berasal dari unsur pimpinan dan guru MTsN 1 Buton, seperti Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, serta guru-guru yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

La Dumi berharap seluruh siswa baru dapat merasakan suasana madrasah yang aman, nyaman, dan ramah sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap madrasah sejak awal.

"Kami ingin anak-anak merasa bahagia menjadi bagian dari MTsN 1 Buton. Tidak ada perundungan, tidak ada perkelahian, tetapi yang tumbuh adalah persahabatan, saling menghormati, dan semangat belajar bersama sehingga mereka mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik," harapnya.

Melalui MATAMUDA 2026, MTsN 1 Buton kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga serius membentuk generasi berakhlak mulia, berbudaya, percaya diri, dan memiliki daya saing global demi mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.