BUTON, TAKAWA.ID – Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., melakukan inspeksi mendadak (sidak) di UPTD Puskesmas Lasalimu, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sabtu, 06/07/2026. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan aparatur tenaga kesehatan serta kualitas pelayanan medis yang diberikan langsung kepada masyarakat.

Puskesmas pertama yang ditinjau dalam agenda sidak ini adalah Puskesmas Kamaru. Sebagai pusat layanan kesehatan yang membawahi sedikitnya 8 (delapan) desa di Kecamatan Lasalimu, pemenuhan standar pelayanan di puskesmas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, Wakil Bupati menilai alur pelayanan secara umum telah berjalan dengan baik. Tercatat pada hari tersebut ada lebih dari 30 pasien yang mengantre dan berhasil dilayani dengan semestinya. Begitu pula dengan penanganan kegawatdaruratan di Unit Gawat Darurat (UGD) yang dipastikan berjalan responsif di bawah penanganan dokter jaga.

Meski pelayanan berjalan lancar, Wakil Bupati menggarisbawahi beberapa sarana prasarana dan fasilitas penunjang medis yang dinilai belum berada pada kondisi ideal. Di beberapa titik bangunan puskesmas, masih ditemukan adanya kebocoran rembesan air yang berpotensi mengganggu kenyamanan pasien.

"Secara standar pelayanan medis awal ini sudah bagus, namun fasilitasnya memang belum ideal. Saya sudah instruksikan langsung kepada Kepala Puskesmas untuk segera mengidentifikasi seluruh kerusakan fisik dan fasilitas yang kurang, kemudian laporkan secara tertulis ke Dinas Kesehatan agar bisa segera kita benahi bersama," tegas Syarifudin Saafa.

Setelah dari Kamaru, Wakil Bupati Buton melanjutkan sidak menuju Puskesmas Lawele. Di lokasi kedua ini, ia mencatat setidaknya ada 5 (lima) poin penting yang wajib segera dibenahi oleh jajaran manajemen puskesmas, antara lain:

  1. Pintu toilet harus diganti atau dicat ulang.

  2. Atap yang bocor harus segera diganti demi kenyamanan pasien.

  3. Kebersihan pekarangan puskesmas harus senantiasa dijaga dan dirawat.

  4. Kualitas pelayanan kesehatan wajib terus ditingkatkan.

  5. Penataan ruangan di dalam puskesmas harus lebih dirapikan agar representatif.

Lebih lanjut, Wakil Bupati mengingatkan seluruh jajaran puskesmas bahwa pasien yang datang kerap berada dalam kondisi panik dan emosional. Oleh karena itu, pendekatan pelayanan yang humanis, sabar, dan solutif harus menjadi prioritas utama tenaga medis.

Pemerintah Kabupaten Buton juga membuka diri terhadap segala masukan maupun keluhan dari warga terkait pelayanan kesehatan. Kritik dan saran yang membangun dari masyarakat sangat diperlukan agar jajaran pemerintah daerah dapat terus melakukan fungsi pengawasan dan evaluasi demi mewujudkan layanan kesehatan yang prima bagi seluruh masyarakat Buton.