TAKAWA.ID - PSG kembali menorehkan sejarah dengan meraih gelar Liga Champions untuk kedua musim berturut-turut setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti 4-3. Laga final yang berlangsung di Hungaria, Minggu (31/5/2026), berakhir imbang 1-1 selama waktu normal sebelum Les Parisiens memastikan kemenangan dari titik putih.

Arsenal langsung mengejutkan PSG saat pertandingan baru berjalan enam menit. Berawal dari kesalahan kapten PSG, Marquinhos, yang gagal menghalau bola dengan sempurna hingga membentur Leandro Trossard, bola liar kemudian jatuh ke kaki Kai Havertz.

Penyerang asal Jerman itu menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tak mampu dibendung kiper Matvey Safonov. Arsenal unggul 1-0 dan mempertahankan keunggulan tersebut hingga turun minum.

PSG yang tertinggal berupaya membalas melalui sejumlah serangan. Namun, rapatnya lini pertahanan Arsenal membuat tim asuhan Luis Enrique kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Beberapa percobaan dari Ousmane Dembele dan Desire Doue menjelang akhir babak pertama juga belum mampu mengarah tepat ke gawang David Raya.

Memasuki babak kedua, PSG tampil lebih agresif. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Mosquera di dalam kotak penalti setelah menerima bola muntah hasil tepisan David Raya.

Setelah melakukan peninjauan melalui VAR, wasit menunjuk titik putih. Eksekutor PSG yang juga pemegang Ballon d'Or sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-64. Tendangannya ke pojok kiri bawah gawang mengecoh Raya dan mengubah skor menjadi 1-1.

Arsenal merespons dengan melakukan perubahan strategi. Pada menit ke-67, Mikel Arteta memasukkan Viktor Gyokeres dan Jurrien Timber untuk menggantikan Martin Odegaard dan Mosquera guna menambah keseimbangan tim.

Menjelang akhir laga, kedua pelatih kembali melakukan pergantian pemain. Arsenal memasukkan Noni Madueke dan Gabriel Martinelli menggantikan Bukayo Saka serta Kai Havertz pada menit ke-84. Sementara itu, PSG menurunkan Bradley Barcola untuk menggantikan Kvaratskhelia.

PSG hampir membalikkan keadaan pada menit ke-89 melalui Vitinha, tetapi tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang. Di masa injury time, Barcola juga memperoleh peluang emas, namun gagal memaksimalkannya menjadi gol.

Tambahan waktu enam menit yang diberikan wasit tidak mampu menghasilkan gol tambahan. Meski PSG terus menekan hingga akhir pertandingan, pertahanan Arsenal tetap kokoh. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak adu penalti, PSG tampil lebih tenang dan berhasil menang 4-3 atas Arsenal. Kemenangan tersebut memastikan PSG mempertahankan gelar Liga Champions sekaligus mencatatkan sejarah sebagai juara dua musim beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.