BUTON, TAKAWA.ID - Pendiri Yayasan Yayasan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD)Al-Bajah, Buya Yahya melakukan kunjungan safari dakwah di Masjid Raya Nurul Yakin, Kelurahan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Rabu (5/8/2026). Dalam tausiyahnya, Buya Yahya mengangkat tema tentang pentingnya pembagian harta warisan sesuai syariat Islam dan mengingatkan bahaya perselisihan yang kerap muncul akibat perebutan warisan.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bupati Buton, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakapolres Buton, Danramil 1413-02 Pasarwajo, Camat Pasarwajo, jajaran BKPRMI Kecamatan Pasarwajo yang mendampingi Buya Yahya, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan ratusan warga kabupaten Buton.
Dalam ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa persoalan warisan merupakan perkara yang harus disikapi dengan penuh kehati-hatian.
"Kalau bicara tentang warisan, harus hati-hati. Orang yang berebut warisan dosanya besar," ujar Buya Yahya di hadapan jamaah.
Menurutnya, dampak perebutan warisan tidak hanya berkaitan dengan harta, tetapi juga dapat memutus tali silaturahmi antarsaudara dan menyakiti hati orang tua.
Ia mengingatkan bahwa memahami ilmu waris saja tidak cukup, namun juga harus dibarengi dengan kesadaran untuk menjaga persaudaraan dan mengedepankan akhlak.
"Tidak cukup hanya punya ilmu, tetapi juga harus punya kesadaran. Saat pembagian warisan, biasakan berkata, 'terserah', jangan mengangkat suara dan jangan memperkeruh suasana," pesannya.
Buya Yahya juga mengingatkan agar suami maupun istri saling menenangkan ketika menghadapi pembagian warisan. Menurutnya, pasangan yang tidak bijak dapat memengaruhi dan memperburuk hubungan keluarga dalam proses pembagian harta peninggalan.
"Urusan warisan ini mengerikan. Pasangan bisa memengaruhi sehingga terjadi perselisihan. Karena itu, saling mengingatkan untuk tetap tenang," katanya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa sebaik-baiknya warisan adalah yang segera dibagikan kepada ahli waris sesuai ketentuan syariat. Penundaan pembagian, kata dia, sering kali menjadi awal munculnya konflik dalam keluarga.
"Jangan ditunda. Warisan sebaiknya segera dibagi. Terlambat sedikit saja, biasanya sudah mulai ramai dan muncul persoalan," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun ilmu waris secara teori mudah dipelajari, pelaksanaannya sering kali sulit karena adanya kepentingan pribadi masing-masing ahli waris.
Menutup tausiyahnya, Buya Yahya mengajak seluruh masyarakat untuk bertobat, mengingat akhirat, serta tidak menjadikan warisan sebagai penyebab permusuhan dalam keluarga.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam hukum Islam, istri berhak memperoleh bagian warisan ketika suami meninggal dunia, sebelum harta dibagikan kepada ahli waris lainnya sesuai ketentuan syariat.
"Yang sudah bertahun-tahun warisannya belum dibagi, segeralah dibagikan. Jangan sampai warisan menjadi penyebab putusnya silaturahmi," tutupnya.
Di akhir rangkaian safari dakwah, Buya Yahya memimpin doa bersama yang diikuti seluruh jamaah. Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya Nurul Yakin saat ratusan jamaah menengadahkan tangan, memohon keberkahan, keselamatan, serta agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan keluarga sesuai tuntunan agama.
















