BUTON, TAKAWA.ID - Lomba bertutur kata yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buton resmi berakhir pada Kamis, 21/5/2026, pukul 17:00 WITA. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Buton ini telah digelar dari tanggal 18-21 Mei 2026 dan diikuti oleh siswa/i kelas 4 dan 5 SD/MI se-Kabupaten Buton.

Kompetisi bertutur ini diawali dengan tahapan pendaftaran peserta pada tanggal 23 April hingga 4 Mei 2026, yang diwajibkan membuat video berdurasi minimal tiga menit dengan mengenakan busana budaya sambil menyampaikan membawakan cerita yang bersumber dari kisah kepahlawanan atau legenda rakyat, khususnya yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Cerita yang disampaikan tidak diperkenankan berasal dari fabel atau tokoh binatang. Selain itu, materi lomba harus bebas dari unsur SARA, pornografi, dan kekerasan.

Setelah tahap penilaian awal, panitia kemudian mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos ke babak berikutnya hingga memasuki tahap enam besar.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbicara, bercerita, serta memperkenalkan budaya daerah melalui penyampaian cerita rakyat yang sarat nilai edukasi dan moral.

Adapun peserta yang berhasil meraih juara dalam lomba bertutur kata tahun ini yakni:

  • Juara I: Nur Khalifah Sakti dari SDN 1 Buton, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp5.000.000.

  • Juara II: Amira Syafiqah dari SD IT Rumah Anak Sholeh, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp4.000.000.

  • Juara III: Nur Fathias Sultra dari SDN 73 Buton, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp3.000.000.

  • Juara IV: Nur Lidiya Rahman dari SDN 56 Buton, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp2.000.000.

  • Juara V: Maridza Nur Salamah dari SDN 1 Buton, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1.500.000.

  • Juara VI: Wa Ode Mir’atul Haya dari SDN 35 Buton, memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya lokal serta kemampuan literasi yang baik.

Selain itu, lomba bertutur kata juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar memiliki jiwa kompetitif, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari setiap cerita yang disampaikan.