TAKAWA.ID - Juventus harus menelan pil pahit pada laga pamungkas Serie A musim 2025/2026. Sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol, Si Nyonya Tua gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (25/5/2026). Hasil ini sekaligus menghancurkan mimpi Juventus tampil di Liga Champions musim depan karena hanya finis di posisi keenam klasemen.
Laga Derby della Mole berlangsung sengit sejak menit awal. Torino yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampil penuh determinasi dan langsung mencoba menekan pertahanan Juventus. Meski begitu, rapatnya lini belakang tim tamu membuat Torino kesulitan menciptakan peluang matang.
Juventus perlahan mulai menemukan ritme permainan. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini pertahanan Torino hingga akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-24.
Berawal dari aksi impresif Khephren Thuram di lini tengah, sang gelandang mengirim umpan matang yang sukses diterima Dusan Vlahovic. Dengan tenang, striker asal Serbia itu melepaskan sepakan keras ke tiang dekat yang gagal dihentikan kiper Torino. Juventus pun memimpin 1-0.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Juventus meningkat drastis. Tim asuhan mereka tampil lebih nyaman mengontrol permainan, sementara Torino terus berupaya membalas lewat tekanan bertubi-tubi. Meski jual beli serangan tersaji hingga akhir babak pertama, skor 1-0 untuk keunggulan Juventus tetap bertahan.
Memasuki paruh kedua, Torino mencoba tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Namun, ketika tuan rumah sibuk menyerang, Juventus justru kembali menghukum lewat skema serangan balik mematikan.
Pada menit ke-54, Francisco Conceicao mengirim umpan terukur kepada Vlahovic yang lolos dari pengawalan. Tanpa ampun, penyerang berusia 26 tahun itu menaklukkan kiper Torino untuk kedua kalinya dan membawa Juventus unggul nyaman 2-0.
Keunggulan dua gol sempat membuat Juventus terlihat berada di jalur kemenangan. Namun Torino menunjukkan mental pantang menyerah.
Hanya lima menit berselang, harapan tuan rumah kembali hidup. Berawal dari sepak pojok Obrador, Cesare Casadei sukses memenangkan duel udara dan menanduk bola ke gawang Juventus pada menit ke-59. Skor berubah menjadi 1-2 dan atmosfer stadion semakin membara.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan. Torino semakin percaya diri melancarkan tekanan tanpa henti, sementara Juventus mulai kehilangan kontrol permainan.
Drama puncak akhirnya terjadi pada menit ke-83. Berawal dari kemelut di depan gawang, Mattia Perin sempat melakukan penyelamatan. Namun bola liar jatuh ke kaki Che Adams yang tanpa kesulitan menyambarnya menjadi gol penyeimbang. Skor berubah menjadi 2-2 dan publik tuan rumah bergemuruh.
Di sisa pertandingan, kedua tim saling melancarkan serangan demi mencari gol kemenangan. Juventus mencoba bangkit demi menjaga asa Liga Champions, sedangkan Torino ingin menutup musim dengan kemenangan di hadapan suporternya.
Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Juventus pun harus menerima kenyataan pahit: gagal meraih kemenangan di laga penentuan dan mengubur impian tampil di Liga Champions musim depan.
















