BUTON, TAKAWA.ID - Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buton terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buton masih menempati kantor sementara di Jalan Balaikota, Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Meski masih dalam tahap pengembangan kelembagaan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buton, La Kuru, S.Ag., mengatakan pihaknya saat ini menjalankan tugas secara mandiri setelah sebelumnya pelayanan haji masih bergabung dengan Kementerian Agama.

“Untuk peresmian kantor di pusat, pada tahun 2025 sudah dilantik kepala kantornya. Untuk sementara, kami menjalankan tugas secara mandiri. Meskipun sebelumnya bergabung dengan Kementerian Agama, sekarang ruangannya sudah terpisah,” kata La Kuru saat ditemui di kantornya, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, kantor yang saat ini digunakan baru melalui proses penyewaan sekitar April atau Mei 2026. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen pihaknya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut La Kuru, program-program Kementerian Haji dan Umrah harus terus disukseskan sebagai bagian dari pelaksanaan visi dan program Presiden Prabowo, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

“Kita menjalankan visi tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Di masyarakat, kita juga harus memberikan pelayanan yang aman dan terkendali,” ujarnya.

30 Jemaah Disiapkan untuk Haji 2027

La Kuru mengatakan, pelayanan saat ini difokuskan pada sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran hingga persiapan keberangkatan jemaah.

Untuk keberangkatan haji 2027, proses verifikasi data calon jemaah telah dimulai sejak Juli 2026. Dari sekitar 30 calon jemaah yang tercatat, sebanyak 25 orang telah menjalani proses verifikasi data.

“Untuk Kabupaten Buton, jumlah jemaah yang berangkat biasanya tidak terlalu banyak, paling banyak sekitar 12 orang. Alhamdulillah, saat ini jumlahnya sudah sekitar 30 orang untuk keberangkatan tahun 2027 ke Tanah Suci, Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 orang sudah kami verifikasi datanya,” jelasnya.

Sementara untuk kuota haji Sulawesi Tenggara, La Kuru mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah kuota yang akan ditetapkan.

Setelah proses verifikasi, pihaknya akan menunggu tahapan selanjutnya, termasuk proses pelunasan biaya haji dan persiapan keberangkatan jemaah.

Sosialisasi Masih Terbatas

La Kuru mengakui, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat saat ini belum dapat dilakukan secara maksimal. Hal tersebut disebabkan Kementerian Haji dan Umrah merupakan kementerian baru dan belum memiliki anggaran untuk kegiatan sosialisasi.

“Di Kementerian Agama, kami sebelumnya sering melakukan sosialisasi. Sekarang, karena kementerian ini merupakan kementerian baru dan belum memiliki anggaran untuk kegiatan sosialisasi, kami menunggu di kantor,” katanya.

Meski demikian, masyarakat yang datang ke kantor tetap mendapatkan pelayanan, termasuk untuk keperluan pendaftaran dan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, pelayanan tetap diberikan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Dorong Pelayanan Jemput Bola

Ke depan, La Kuru berharap sistem pelayanan haji terus diperbaiki. Ia menilai kebutuhan dan kepentingan jemaah harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan.

Bahkan, ia mendorong agar pelayanan haji tidak hanya mengandalkan pola masyarakat datang ke kantor, tetapi juga dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi jemaah.

“Kalau memungkinkan, seperti yang pernah saya sampaikan ketika berbicara di Jakarta, jangan hanya jemaah yang datang ke kantor. Kalau perlu, petugas yang datang ke rumah jemaah,” ungkapnya.

Ia menilai pola pelayanan jemput bola dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, terutama calon jemaah yang membutuhkan informasi dan pendampingan.

“Artinya, dalam pelayanan haji, kepentingan dan kebutuhan jemaah harus diutamakan. Dengan demikian, pelayanan haji ke depannya dapat semakin baik,” pungkas La Kuru.