BUTON, TAKAWA.ID - Musyawarah Cabang (Muscab) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Buton resmi digelar di Aula Kantor Polres Buton, Sabtu (22/8/2026). Dalam musyawarah tersebut, Nanang Lakaungge, S.K.M., M.Si., terpilih sebagai Ketua FORKI Kabupaten Buton periode 2026–2030.
Muscab berlangsung aman dan tertib serta dihadiri perwakilan perguruan karate yang aktif di Kabupaten Buton. Tiga perguruan, yakni Inkanas, Lemkari, dan BKC, turut hadir dan memberikan suara dalam proses pemilihan.
Nanang Lakaungge menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin FORKI Kabupaten Buton selama empat tahun ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terhimpun dalam FORKI Kabupaten Buton yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya untuk memimpin FORKI Kabupaten Buton periode 2026–2030,” ujar Nanang.
Ia menegaskan, kepengurusan baru akan mengedepankan kerja sama dan kekompakan seluruh elemen FORKI untuk meningkatkan prestasi karate Kabupaten Buton.
Salah satu agenda terdekat yang menjadi perhatian adalah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (POPROV) Sulawesi Tenggara yang rencananya berlangsung November 2026 di Kota Kendari.
Nanang mengatakan FORKI Buton menargetkan peningkatan prestasi dibandingkan POPROV sebelumnya. Jika sebelumnya Buton meraih dua medali perak dan dua medali perunggu, kepengurusan baru menargetkan tiga medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada POPROV mendatang.
Untuk mewujudkan target tersebut, FORKI Buton akan melakukan seleksi atlet dari seluruh perguruan yang ada. Selain itu, pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih juga menjadi prioritas.
“Untuk mencapai target tersebut tentu dibutuhkan kerja keras. Kita harus mempersiapkan atlet-atlet terbaik dan melakukan seleksi dari seluruh perguruan yang ada,” katanya.
Nanang juga berencana segera melengkapi administrasi organisasi dan menyusun proposal untuk diajukan kepada KONI guna mendapatkan dukungan pembinaan bagi atlet.
Selain pembinaan, FORKI Buton juga akan mendorong pelaksanaan kejuaraan berskala regional hingga open tournament tingkat provinsi. Menurut Nanang, kompetisi di luar daerah penting untuk membangun mental dan pengalaman bertanding para atlet.
Ia menilai atlet Buton tidak boleh hanya menjadi “jago kandang”, tetapi harus memiliki keberanian dan mental bertanding ketika menghadapi lawan dari daerah lain.
“Melalui event-event yang kita selenggarakan, kita akan mencoba mengembangkan kompetisi yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga regional hingga open tournament tingkat provinsi,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, FORKI Buton juga akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan instansi yang membidangi olahraga. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkenalkan karate sejak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Menurutnya, pengembangan karate harus dimulai dari tingkat sekolah dasar, kemudian berlanjut ke jenjang SMP dan SMA. Dengan demikian, karate dapat semakin dikenal dan berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua FORKI Sulawesi Tenggara yang diwakili Kompol Yulianus, S.Si., mengatakan dirinya mendapat mandat dari Ketua FORKI Sultra untuk melaksanakan Muscab FORKI Kabupaten Buton.
Ia menyebut seluruh perguruan yang aktif di Kabupaten Buton, yakni Inkanas, Lemkari, dan BKC, hadir dalam musyawarah dan memberikan dukungan suara kepada Nanang Lakaungge.
“Alhamdulillah, hari ini musyawarah telah terlaksana dengan baik. Seluruh perguruan yang ada di Kabupaten Buton hadir dan memberikan suara secara bulat kepada Abang Nanang,” kata Yulianus.
Ia berharap kepengurusan baru FORKI Kabupaten Buton dapat semakin solid dan mampu meningkatkan prestasi karate daerah.
“Harapan kami, FORKI Kabupaten Buton semakin maju. Pada POPROV sebelumnya hanya memperoleh dua medali perak dan dua medali perunggu. Kami berharap pada POPROV tahun ini prestasinya dapat meningkat dan perolehan medalinya lebih baik lagi,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Nanang Lakaungge, FORKI Kabupaten Buton diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih solid, memperkuat pembinaan atlet dan pelatih, serta mencetak karateka berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

















