BUTON, TAKAWA.ID - Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, ST, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Wakaokili, Desa Kaongke-ongkea, Senin (24/8/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai standar.

Dalam keterangannya, Syarifudin menegaskan bahwa sidak yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan atau menyalahkan pihak tertentu. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

“Sidak hari ini dimaksudkan bukan untuk mencari siapa yang salah. Saya datang untuk memastikan tidak ada masyarakat yang datang ke Puskesmas dengan membawa harapan, lalu pulang dengan membawa kekecewaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Puskesmas merupakan wajah pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan kesehatan harus diberikan dengan mengedepankan disiplin, keramahan, kecepatan, serta rasa tanggung jawab.

Syarifudin menyebut ada sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam sidak tersebut. Salah satunya adalah kehadiran dan kedisiplinan para pegawai, termasuk dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, serta tenaga kesehatan lainnya.

“Apakah dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi dan tenaga lainnya hadir sesuai jadwal? Ini yang ingin kita pastikan,” katanya.

Selain kedisiplinan pegawai, Wakil Bupati juga menyoroti kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Ia ingin memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang ramah, tidak diskriminatif, serta melalui prosedur yang mudah dipahami.

Menurutnya, aspek tersebut penting karena masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan membutuhkan kepastian dan pelayanan yang cepat, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat.

“Apakah masyarakat merasa puas atau seperti apa? Ini berkaitan dengan pasien yang menunggu, keramahan petugas, pelayanan yang tidak diskriminatif dan prosedurnya,” jelasnya.

Syarifudin juga meminta agar aspek administrasi dan pengelolaan pelayanan di Puskesmas berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Termasuk dalam hal penanganan pasien darurat, seluruh petugas harus memahami mekanisme pelayanan sehingga tidak terjadi kebingungan di lapangan.

Ia menegaskan, berbagai persoalan yang ditemukan dalam sidak nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya.

“Kira-kira itu yang ingin kita dapatkan untuk kemudian masalah-masalah itu kita carikan solusinya, kita cari jalan keluarnya,” pungkasnya.

Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap pelayanan di Puskesmas, sebagai fasilitas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terus mengalami perbaikan dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan bertanggung jawab.