BUTON, TAKAWA.ID - Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, membuka Seminar Pendidikan bertema “Bunda PAUD Bersinergi, Anak Negeri Berkualitas” yang digelar di Aula Kantor Bupati Buton, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Buton, Ny. Maimunah Moko Syarifudin, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Buton, Sunarlin Ilham, serta pemateri Ir. Hj. Munasri Hadini, M.Sc.

Dalam sambutannya, Syarifudin mengatakan keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Buton secara jumlah sudah cukup memadai. Saat ini terdapat 140 PAUD, terdiri dari 100 PAUD swasta atau yayasan dan 40 PAUD negeri.

Dari 100 PAUD swasta tersebut, sebanyak 94 merupakan PAUD milik desa. Dengan demikian, keberadaan PAUD di tingkat desa juga tidak terlepas dari peran Bunda PAUD desa, termasuk para istri kepala desa.

Menurut Syarifudin, tantangan yang perlu didorong saat ini bukan semata-mata menambah jumlah PAUD, melainkan memperkuat sinergi seluruh pihak sehingga terbentuk gerakan bersama dalam memajukan PAUD di Kabupaten Buton.

“Yang sekarang sedang kita dorong adalah sinergisitasnya sehingga menjadi sebuah gerakan sinergi PAUD,” kata Syarifudin.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut harus dibangun secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, instansi terkait hingga seluruh pemangku kepentingan.

Syarifudin menilai Bunda PAUD memiliki posisi yang strategis dalam membangun fondasi generasi masa depan. Sebab, anak-anak yang saat ini berada pada usia dini akan menjadi generasi yang menentukan arah daerah dan bangsa dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

“Anak-anak yang akan menjadi generasi kita 10 hingga 15 tahun mendatang, fondasinya dibangun sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, usia dini merupakan masa emas yang sangat penting untuk menanamkan berbagai nilai dasar, mulai dari nilai agama, budaya, karakter, hingga mentalitas yang baik. Nilai kejujuran, kepedulian dan berbagi juga perlu ditanamkan sejak anak berada pada tahap awal pertumbuhan.

Di tengah kebijakan efisiensi yang sedang berjalan, Syarifudin mengingatkan agar pembangunan pendidikan anak usia dini tetap menjadi perhatian. Efisiensi, kata dia, tidak boleh membuat seluruh pihak kehilangan arah dalam membangun fondasi pendidikan anak.

Karena itu, ia mendorong adanya peningkatan pemahaman, kepedulian dan koordinasi terhadap PAUD, khususnya di tingkat kecamatan dan desa.

“Saya sudah mengarahkan agar ibu-ibu camat berkoordinasi dengan ibu-ibu kepala desa,” katanya.

Ia juga mengingatkan para kepala desa agar tidak mengabaikan keberadaan PAUD di wilayah masing-masing. Menurutnya, pengembangan PAUD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

“PAUD merupakan tanggung jawab bersama, baik tanggung jawab mereka maupun tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Syarifudin berharap forum Bunda PAUD dapat terus diperkuat sebagai ruang untuk membangun koordinasi, memperluas jejaring dan meningkatkan kualitas pengelolaan PAUD di Kabupaten Buton.

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerja, sekaligus memperluas silaturahmi dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Intinya adalah sinergi. Kita ingin membangun sebuah gerakan sinergi PAUD, karena lahirnya anak-anak yang berkualitas salah satunya berawal dari sini,” pungkasnya.