BUTON, TAKAWA.ID – Seorang nelayan asal Kelurahan Saragi, Kabupaten Buton, dilaporkan hilang setelah diduga mengalami insiden saat mencari ikan di perairan Teluk Pasarwajo. Hingga Selasa (22/7/2026), tim gabungan yang terdiri dari Polres Buton, Basarnas, BPBD, dan Polairud masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.

Korban diketahui bernama La Jedi (43), warga Kelurahan Saragi. Ia berangkat melaut seorang diri menggunakan perahu untuk memancing pada Senin sore. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Laporan awal diterima Bhabinkamtibmas Kelurahan Saragi, Bripka Hamsa, pada Senin (21/7/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Informasi itu disampaikan Ketua LPM Kelurahan Saragi melalui sambungan telepon setelah adanya laporan dari keluarga mengenai korban yang belum kembali dari melaut.

Berdasarkan keterangan saksi La Dobo (46), yang juga berprofesi sebagai nelayan, La Jedi diketahui berangkat sekitar pukul 17.00 WITA menuju sebuah rompong di perairan Teluk Pasarwajo untuk memancing.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 21.00 WITA, La Dobo mendatangi rompong yang sama. Namun, setibanya di lokasi, korban sudah tidak berada di tempat. Saksi hanya menemukan alat pancing, senter, dan celana yang diduga milik korban masih berada di atas rompong.

Karena tidak menemukan keberadaan La Jedi, saksi segera menghubungi keluarga korban. Warga bersama keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi, namun hasilnya belum membuahkan hasil.

Dalam pencarian tersebut, perahu body/TS 80 yang digunakan korban ditemukan mengapung dalam kondisi hanyut di perairan pesisir Pantai Wakoko tanpa ada seorang pun di atasnya.

Mendapat laporan tersebut, Polres Buton bersama Basarnas, BPBD, dan Polairud langsung menggelar operasi pencarian. Tim menyisir perairan di sekitar Teluk Pasarwajo dengan menggunakan sejumlah sarana pendukung guna memperluas area pencarian.

Kasi Humas Polres Buton, AKP Anwar, mengatakan seluruh personel yang terlibat terus berupaya semaksimal mungkin agar korban segera ditemukan.

"Kami bersama Basarnas, BPBD, dan Polairud terus melakukan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan korban," ujar Kasi Humas.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Polres Buton juga mengingatkan para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan kondisi cuaca serta menggunakan perlengkapan keselamatan, sehingga risiko kecelakaan di laut dapat diminimalkan.