BUTON, TAKAWA.ID - Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Kampus B Pasarwajo melaksanakan observasi lapangan di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buton pada 20 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diampu oleh Dr. Noor Dhani, ST., MT., IPP.
Observasi tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat tugas, fungsi, serta kondisi kerja petugas pemadam kebakaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Kelompok Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unidayan, Nurmulia Lalica, mengatakan bahwa observasi lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik di lapangan.
"Melalui observasi ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana petugas menjalankan tugasnya serta memahami pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Dosen pengampu mata kuliah K3, Dr. Noor Dhani, ST., MT., IPP, menjelaskan bahwa pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi K3.
"Mahasiswa perlu memahami bahwa keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga harus diamati langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana prinsip-prinsip K3 diterapkan dalam lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga dapat meningkatkan kemampuan analisis mereka terhadap potensi bahaya dan pengendalian risiko," katanya.
Selama observasi, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buton, sarana dan prasarana pendukung operasional, hingga berbagai tantangan yang dihadapi petugas saat menjalankan tugas di lapangan.
Berdasarkan hasil pengamatan, mahasiswa menilai Damkar Kabupaten Buton memiliki peran strategis dalam penanganan kebakaran, penyelamatan korban, serta berbagai kondisi darurat lainnya. Mereka juga melihat komitmen petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun bekerja di lingkungan dengan risiko tinggi.
Mahasiswa turut mengamati bahwa berbagai sarana dan peralatan yang tersedia telah dimanfaatkan untuk mendukung kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi situasi darurat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pelayanan.
Dari hasil observasi, mahasiswa mengidentifikasi sejumlah aspek yang dapat menjadi perhatian dalam penguatan penerapan K3. Salah satunya adalah pembentukan organisasi atau tim K3 secara khusus sebagai bagian dari sistem keselamatan kerja di lingkungan pemadam kebakaran.
Selain itu, peningkatan ketersediaan alat pelindung diri (APD), pengembangan sarana pendukung operasi penyelamatan, serta penyediaan fasilitas penanganan satwa hasil evakuasi juga dinilai dapat mendukung keselamatan petugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Mahasiswa juga mencermati bahwa layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buton saat ini masih terpusat di wilayah Pasarwajo. Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, mereka menilai pengembangan pos atau layanan pemadam kebakaran di beberapa wilayah strategis dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat waktu respons dalam penanganan keadaan darurat.
Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa berharap hasil pengamatan yang diperoleh tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga dapat menjadi masukan yang konstruktif dalam mendukung peningkatan keselamatan kerja petugas serta penguatan pelayanan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buton kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menganalisis penerapan K3 pada lingkungan kerja berisiko tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pelayanan publik.




















