JAKARTA, TAKAWA.ID - Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 resmi dibuka pada 1 Mei 2026. Program unggulan Kementerian Transmigrasi ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi nyata di lapangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan sumber daya manusia unggul.

Pada tahun ini, Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Para peserta akan menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari penelitian, pendampingan, hingga pembinaan masyarakat transmigran. Program ini dinilai mampu memperkuat kehadiran negara sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa kehadiran tim di lapangan membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya banyak mendapatkan laporan juga bahwa kita bersyukur kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di kawasan-kawasan transmigrasi sendiri mengobati kerinduan masyarakat lokal akan hadirnya negara dan pemerintah,” ujarnya, Jumat (1/5/3026).

Ia menegaskan bahwa fokus program tahun ini telah bergeser dari sekadar pemetaan menjadi aksi langsung yang berdampak nyata.

“Kalau sebelumnya fokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, sekarang lebih kepada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Jadi benar-benar aksi nyata di lapangan. Misalnya, jika infrastruktur seperti jalan kurang, maka akan dibangun. Jika kebutuhan air bersih belum terpenuhi, maka akan dihadirkan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Tim Ekspedisi Patriot akan ditempatkan di berbagai kawasan strategis, termasuk Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional seperti Selaut (Aceh), Lunang Silaut (Sumatera Barat), Telang (Sumatera Selatan), Rasau Jaya (Kalimantan Barat), Lamunti Dadahup (Kalimantan Tengah), hingga Mahalona (Sulawesi Selatan) dan Pulau Bacan (Maluku Utara). Program ini juga mencakup sejumlah kawasan di Papua serta wilayah prioritas lainnya seperti Barelang (Kepulauan Riau) dan Bahari Tomini Raya (Sulawesi Tengah).

Program ini terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan lulusan dari 10 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi. Proses seleksi dilakukan secara kolaboratif guna memberikan kesempatan luas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi membangun kawasan transmigrasi.

Antusiasme terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah dan masyarakat. Banyak pihak menilai kehadiran Tim Ekspedisi Patriot sebagai harapan baru dalam mempercepat pembangunan di wilayah transmigrasi.

“Respons dari kepala daerah sangat positif. Kehadiran tim ini benar-benar dinantikan. Bahkan kami juga menerima banyak surat dari masyarakat yang ingin bergabung,” pungkas Menteri Iftitah.

Melalui pembukaan pendaftaran ini, pemerintah mengajak generasi muda Indonesia untuk turut ambil bagian dalam membangun negeri dari kawasan transmigrasi, menghadirkan kesejahteraan, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi: https://tep.transmigrasi.go.id/