BUTON, TAKAWA.ID - Dalam rangkaian Peringatan HUT ke-67 Kabupaten Buton dan Hari Jadi ke-23 Pasarwajo sebagai Ibu Kota Kabupaten Buton, Pemerintah Kabupaten Buton menggelar aksi nyata di bidang kesehatan. Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., membuka secara resmi Gerakan Cegah Stunting dan Cek Kesehatan Gratis yang dipusatkan di Pelataran Perkantoran Takawa, Kamis pagi (2/7/2026).

Kegiatan edukatif ini menghadirkan Wakil Bupati Syarifudin Saafa, S.T., bersama dr. H. Muh. Hayyun, M.Kes., Sp.A., sebagai narasumber utama. Agenda ini turut dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta Camat Pasarwajo beserta jajaran lurah dan kepala desa setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syarifudin Saafa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Daerah dalam mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat sekaligus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Buton.

"Masalah stunting di Kabupaten Buton ini adalah masalah serius bagi kita semua. Penanganannya tidak boleh hanya dibebankan pada satu sektor saja, melainkan butuh sinergitas, kolaborasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam memenuhi gizi anak," tegas mantan legislator tersebut.

Lebih lanjut, Wakil Bupati memaparkan fluktuasi data capaian daerah. Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Buton sempat tercatat di angka 28,8 persen. Sementara itu, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2025, angka tersebut berhasil ditekan hingga mencapai 20,94 persen. Meskipun menunjukkan tren kemajuan yang positif, angka ini dinilai masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, Pemda bersama seluruh stakeholder dituntut untuk bekerja lebih keras agar mampu mencapai target prevalensi stunting nasional sebesar 14,2 persen pada tahun 2029 mendatang. Target ambisius tersebut hanya dapat diwujudkan melalui gerakan pencegahan yang terintegrasi, efektif, efisien, dan berkelanjutan sesuai tupoksi masing-masing instansi.

Wabup juga memberikan ide segar bahwa di era modern ini, sosialisasi pencegahan stunting akan jauh lebih efektif jika memanfaatkan instrumen digital. Salah satu contohnya adalah dengan memutar video edukasi singkat mengenai pencegahan stunting di sekolah-sekolah sebelum jam pelajaran dimulai.

Sebagai bentuk penguatan regulasi dan komitmen bersama, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan deklarasi atau pernyataan komitmen gerakan cegah stunting oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir. Usai membuka acara, Wakil Bupati Buton langsung bertolak meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Gedung B Pusat Perkantoran Takawa.