BUTON, TAKAWA.ID – Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T., bergerak cepat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Nambo, Kecamatan Lasalimu, Minggu, 17/05/2026. Banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan tersebut dilaporkan sempat merendam sedikitnya 7 (tujuh) rumah warga akibat luapan air sungai dan buruknya sistem pembuangan air.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Camat Lasalimu La Ode Zahaba, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Amlan Wahid Galbo, S.T., Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Safarudin, S.IP., M.Si dan Kepala Desa Nambo.
Usai melakukan pemeriksaan menyeluruh di titik-titik sumbatan air, Wakil Bupati Syarifudin Saafa mengungkapkan bahwa banjir terjadi akibat akumulasi faktor alam dan kendala infrastruktur drainase yang belum tuntas.
"Setelah saya turun langsung dan mengecek ke lokasi, banjir ini diakibatkan oleh luapan air sungai karena curah hujan yang tinggi. Namun, kondisi ini diperparah oleh minimnya sistem drainase yang belum tersambung langsung ke sungai. Aliran air terhenti di ujung drainase dan diperburuk lagi oleh tumpukan rerumputan yang menghalangi laju air," jelas Wakil Bupati.
Sebagai langkah penanganan cepat (tanggap darurat) untuk mengantisipasi banjir susulan, Wakil Bupati langsung menginstruksikan pemerintah desa setempat untuk menggerakkan masyarakat melakukan pembersihan lingkungan secara gotong royong.
"Saya sudah meminta langsung kepada Kepala Desa Nambo agar segera melaksanakan kerja bakti guna membersihkan areal sumbatan tersebut dari rerumputan dan sampah. Alhamdulillah, Pak Desa sudah menyanggupi dan siap menyelesaikan pembersihan tersebut bersama warga," ujar Syarifudin.
Selain penanganan jangka pendek melalui kerja bakti, kehadiran Plt. Kadis PU dalam peninjauan ini juga ditujukan untuk memetakan perencanaan teknis ke depan. Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas PU akan mengkaji kelanjutan pembangunan infrastruktur drainase agar dapat terhubung sempurna hingga ke badan sungai, sehingga potensi banjir di wilayah pemukiman Desa Nambo dapat diminimalisasi secara permanen.



















