BANYUWANGI, TAKAWA.ID - Fenomena api biru atau blue fire yang hanya dapat ditemukan di sejumlah tempat di dunia menjadi salah satu kekuatan Geopark Ijen dalam mempertahankan pengakuan internasional. Pemerintah menargetkan kawasan yang membentang di Banyuwangi dan Bondowoso itu kembali meraih predikat green card dalam proses revalidasi UNESCO Global Geopark.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, Geopark Ijen resmi menyandang status UNESCO Global Geopark sejak 9 September 2023. Kini, pemerintah bersama pemerintah daerah dan pengelola geopark tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk mempertahankan status tersebut.

"Target kita adalah mempertahankan predikat green card sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat," kata Menpar Widiyanti saat berdiskusi bersama pemerintah daerah dan pengelola Geopark Ijen di Pendopo Sabha Swagatha, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Geopark Ijen memiliki luas sekitar 4.723 kilometer persegi yang mencakup wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Kawasan ini memiliki kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri, dengan 21 geosite, enam biosite, 10 culture site, serta delapan warisan budaya tak benda (intangible heritage).

Salah satu ikon utama Geopark Ijen adalah fenomena blue fire di Kawah Ijen. Selain itu, kawasan ini juga dikenal dengan danau kawah yang memiliki tingkat keasaman sangat tinggi dan menjadi bagian penting dari kekayaan geologi yang dimiliki Ijen.

Menurut Menpar, proses revalidasi UNESCO Global Geopark bukan sekadar upaya untuk mempertahankan pengakuan internasional. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola destinasi yang berorientasi pada konservasi, edukasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan.

Karena itu, Menpar menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap rekomendasi asesor UNESCO dapat ditindaklanjuti secara optimal.

Sejumlah aspek yang perlu diperkuat antara lain promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kawasan, hingga pengembangan kemitraan yang dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan geopark.

Lanjut ia menambahkan, Kementerian Pariwisata akan terus memberikan pendampingan sampai seluruh tahapan revalidasi selesai.

Upaya mempertahankan predikat green card tersebut diharapkan tidak hanya menjaga reputasi Geopark Ijen di tingkat global, tetapi juga memastikan keberadaan geopark memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian alam dan warisan budaya yang menjadi identitas kawasan.