BAUBAU, TAKAWA.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersinergi dengan Pemerintah Kota Baubau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Darusalam, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Baubau, La Ode Darusalam menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempermudah akses masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Mulai hari ini, kolaborasi diperluas bersama Pemprov Sultra untuk menggelar GPM lanjutan selama tiga hari ke depan, yakni dari tanggal 21 hingga 23 Mei 2026,” ungkap La Ode Darusalam.

Ia berharap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjadi upaya konkret pemerintah dalam mengendalikan gejolak harga pangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Aristos, menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai respons terhadap kondisi inflasi di Kota Baubau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Baubau mengalami lonjakan inflasi tertinggi dengan kisaran mencapai 4,08 persen. Kondisi tersebut mendorong pemerintah provinsi untuk segera melakukan intervensi melalui penyediaan pangan murah bagi masyarakat.

“Atas instruksi Bapak Gubernur, kami diperintahkan untuk segera melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah ini. Ini adalah upaya serius pemerintah dalam menjaga kestabilan harga sekaligus menangani inflasi di Kota Baubau,” tegas Aristos di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut, Aristos menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam percepatan penanganan inflasi secara masif di Kota Baubau. Menurutnya, sinergi antarorganisasi perangkat daerah diharapkan mampu mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.