BUTON, TAKAWA.ID - Dai Nasional KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya dijadwalkan akan berkunjung ke Kepulauan Buton pada tanggal 3-7 Agustus mendatang. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah agenda telah dipersiapkan, termasuk serah terima tanah wakaf yang akan menjadi bagian dari persiapan pembangunan pondok pesantren di Desa Kabawakole, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.
Koordinator Panitia Kedatangan Buya Yahya di Kepulauan Buton, Muhammad Alam, S.Pd., M.Pd., mengatakan, serah terima tanah wakaf menjadi agenda utama dalam kunjungan tersebut. Selain itu, Buya Yahya juga dijadwalkan mengisi sejumlah kegiatan Tabligh Akbar di beberapa daerah di Kepulauan Buton.
"Tujuan utama Buya Yahya di Kepulauan Buton adalah untuk serah terima wakaf tanah untuk persiapan pembangunan pesantren di Buton, tepatnya di Desa Kabawakole, Kec. Pasarwajo, Kab. Buton. Agenda beliau di samping untuk serah terima wakaf tanah itu, juga akan mengisi kegiatan Tabligh Akbar di beberapa daerah di Kepulauan Buton ini," ujar Muhammad Alam.
Alam menjelaskan, panitia saat ini terus melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Buya Yahya. Koordinasi dengan sejumlah pihak di daerah yang akan dikunjungi juga terus dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
"Persiapan panitia Alhamdulillah sementara berproses. Sudah melakukan koordinasi dengan Pimpinan Daerah di setiap daerah yang akan dikunjungi oleh Buya Yahya dan mengonsolidasi tim lokal untuk memantapkan persiapan di setiap titik kegiatan Tabligh Akbar tersebut," ujarnya.
Diketahui, sejumlah daerah yang masuk dalam agenda kunjungan Buya Yahya di Kepulauan Buton di antaranya Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Buton Tengah.
Panitia saat ini juga telah memasuki tahap persiapan teknis menjelang pelaksanaan kunjungan tersebut. Untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat, panitia telah melakukan publikasi melalui flyer yang memuat informasi mengenai kehadiran Buya Yahya di Kepulauan Buton, termasuk jadwal kegiatan di setiap daerah yang akan dikunjungi.
Publikasi tersebut juga masih akan terus dilakukan melalui berbagai media, termasuk flyer dan video testimoni dari pimpinan daerah serta tokoh masyarakat. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk informasi sekaligus ajakan kepada masyarakat agar dapat menghadiri rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
Alam menilai, kedatangan Buya Yahya merupakan momentum yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Kepulauan Buton. Terlebih, Buya Yahya dikenal luas sebagai salah satu dai nasional yang memiliki banyak penggemar di berbagai daerah di Indonesia.
"Alhamdulillah masyarakat sangat menantikan kehadiran beliau. Apalagi memang Buya Yahya sudah terkenal sebagai Da'i Nasional atau kondang yang punya fans atau penggemar di seluruh Indonesia, termasuk di Kepulauan Buton ini. Jadi intinya, masyarakat sudah menantikan kehadiran beliau," ujarnya.
Ia meyakini antusiasme masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut akan sangat besar. Bahkan, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang, baik di Kabupaten Buton maupun di daerah lain yang menjadi lokasi kegiatan Tabligh Akbar.
Menurutnya, kehadiran Buya Yahya di sejumlah wilayah Kepulauan Buton diharapkan dapat membawa keberkahan sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran keagamaan masyarakat.
Ia berharap, penyampaian ilmu agama secara langsung dari seorang ulama dapat memberikan pengaruh positif dan menggugah hati masyarakat.
"Biasanya kalau ilmu itu langsung dari ahlinya, maka sesederhana apa pun materinya pasti akan masuk ke hati dan menggugah keyakinan. Itu pula yang kita harapkan di momentum ini," tutupnya.
Buya Yahya dikenal memiliki gaya dakwah yang tenang dan lembut, namun tetap tegas dan tajam dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Kehadirannya di Kepulauan Buton diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat serta menjadi asbab bertambahnya hidayah bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut.


















