BUTON, TAKAWA.ID – Sebuah inovasi luar biasa lahir dari tangan dingin Jumaruddin bersama rekannya Sumariono, seorang Pagawai PPPK Paruh waktu Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton. Di tengah dedikasinya menjaga kebersihan wilayah, ia berhasil menciptakan teknologi sederhana untuk menyuling sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif. Inovasi ini menjadi angin segar bagi permasalahan limbah plastik sekaligus menawarkan solusi bernilai ekonomi tinggi.
Aksi nyata Jumaruddin ini menarik perhatian langsung Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, S.T., yang didampingi oleh Lurah Kombeli La Nurumai, S.IP. Mereka menyambangi kediaman Jumaruddin di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, untuk melihat langsung proses produksi bahan bakar dari limbah tersebut, (Kamis 23/04/2026 siang).
Wakil Bupati Buton menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kreativitas Jumaruddin yang dianggap visioner dalam pengelolaan lingkungan. Menurutnya, inovasi ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menangani persoalan sampah plastik secara berkelanjutan.
"Saya sebagai Wakil Bupati Buton sangat bangga dan mengapresiasi inovasi dari saudara Jumaruddin dan ini adalah cara cerdas menanggulangi sampah," ujar Syarifudin Saafa.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan dan mendiskusikan dengan stakeholder untuk kelangsungan inovasi ini.
Dalam pertemuan tersebut, Jumaruddin memaparkan bahwa 1 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan 1 liter bahan bakar kendati hasilnya belum di uji akan tetapi ia menyampaikan harapannya agar inovasi ini tidak berhenti di tahap uji coba mandiri. Ia sangat mengharapkan dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam hal sarana dan prasarana yang lebih memadai.
"Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah daerah, terutama Bapak Wakil Bupati Buton, dapat membantu pengadaan alat yang lebih modern agar kapasitas produksi ini bisa ditingkatkan," ungkap Jumaruddin sesaat setelah memperlihatkan hasil sulingannya.
Langkah Jumaruddin diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Buton untuk melihat sampah bukan sebagai masalah, melainkan sebagai potensi yang membawa manfaat nyata jika dikelola dengan kreativitas dan teknologi.














