JAKARTA, TAKAWA.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama sejumlah mitra pembangunan seperti Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF, serta pemerintah daerah, terus mendorong penguatan literasi dan numerasi nasional melalui kolaborasi lintas sektor.

Program ini secara khusus menyasar siswa kelas awal sekolah dasar (SD), dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sejak dini. Selain itu, inisiatif ini juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru serta pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif.

Menteri Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi dasar siswa.

“Agar literasi dan numerasi kita semakin baik,” ujarnya dalam sambutannya  Kamis, (9/4/2026), di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Abdul Mu'ti menegaskan program ini difokuskan anak-anak sekolah dasar pada tahun ajaran baru. Agar anak siswa bisa  balajar dengan baik. Ia juga mengatakan masih ada Anak SMA kita  belum bisa membaca.

"Banyak sekali video yang dikirim melalui medsos, SMA Belum bisa membaca dan menghitung," tambahnya.

Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ariwibowo, menyampaikan bahwa penggunaan data memiliki peran strategis dalam meningkatkan keberhasilan pembelajaran.

“Data dapat dipakai untuk memecahkan berbagai tantangan dalam keberhasilan pembelajaran anak-anak,” ujarnya.

Ia berharap, program kolaboratif ini dapat memperkuat sekaligus mendukung berbagai kebijakan dan program yang telah maupun akan dijalankan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi.