JAKARTA, TAKAWA.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah dan Berita Acara Serah Terima (BAST) guna mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Bangka Belitung (UBB). Penandatanganan berlangsung di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Hibah berupa lahan seluas 2,7 hektare yang berlokasi di samping RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur medis UBB sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Langkah ini menjadi tonggak awal penguatan layanan kesehatan berbasis pendidikan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Babel. Ia menegaskan bahwa hibah tersebut bukan hanya dukungan fisik, tetapi juga bentuk kepercayaan strategis yang harus dipertanggungjawabkan secara akademik, institusional, dan sosial.
“Langkah ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan tinggi sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia, sekaligus mendorong peran perguruan tinggi dalam pengembangan pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Badri.
Ia juga berharap UBB mampu mengoptimalkan fasilitas tersebut, khususnya dalam mendukung pembentukan Fakultas Kedokteran yang berdampak nyata bagi masyarakat. Sinergi jangka panjang antara pemerintah daerah dan Kemdiktisaintek dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Senada dengan itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa hibah lahan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan. Ia berharap lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kebutuhan tenaga medis dan SDM terdidik di Bangka Belitung masih tinggi. Keberadaan fasilitas pendidikan kedokteran sangat strategis,” ungkapnya.
Rektor UBB, Ibrahim, turut menyoroti urgensi pengembangan ini. Ia mengungkapkan bahwa rasio dokter di Bangka Belitung saat ini masih sekitar 1:2.500, sehingga keberadaan Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan menjadi krusial dalam meningkatkan ketersediaan tenaga medis dan kualitas layanan kesehatan.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Adi Nuryanto dan Manifes Zubayr, serta Plt. Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto.
Dengan penandatanganan hibah ini, pengembangan infrastruktur pendidikan kedokteran di UBB resmi dimulai. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.












