JAKARTA, TAKAWA.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyesuaikan pola pembekalan bagi calon pengelola koperasi dengan menghapus seluruh materi teknis dan taktis militer. Pembekalan kini difokuskan pada penguatan nilai-nilai bela negara, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial.

Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardi Sirait, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan agar kegiatan pembekalan lebih sesuai dengan tujuan program sekaligus mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta.

"Dalam penyesuaian ini, materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak, taktik regu senapan, serta kegiatan teknis dan taktik militer lainnya," kata Rico, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, peserta juga tidak lagi mengikuti latihan fisik bergaya militer. Sebagai gantinya, aktivitas fisik yang diberikan hanya berupa olahraga ringan, seperti senam pagi atau jalan kaki, yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Kemhan juga memperkuat pengawasan terhadap kesehatan peserta. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan kesehatan setiap hari, profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan bagi peserta yang memiliki faktor risiko, hingga penguatan mekanisme pelaporan keluhan dan rujukan medis. Peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu akan mendapat perhatian khusus agar tidak mengikuti aktivitas yang melampaui kemampuan fisiknya.

"Prinsip utama dari seluruh penyesuaian ini adalah keselamatan dan kesehatan peserta," ujarnya.

Meski materi militer dihapus, Kemhan memastikan esensi pembekalan tetap dipertahankan, yakni membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, semangat bela negara, serta siap mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis peserta sekaligus menindaklanjuti aspirasi keluarga, penyelenggara juga memberikan kebijakan penggunaan telepon genggam pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Selain itu, peserta diperbolehkan menerima kiriman barang dari keluarga sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing satuan pendidikan.

Kemhan berharap kebijakan tersebut dapat membantu peserta tetap menjaga komunikasi dengan keluarga sehingga mampu memberikan dukungan moral selama mengikuti pembekalan.

Apabila peserta mengalami kendala selama kegiatan berlangsung, Kemhan meminta agar hal tersebut segera disampaikan kepada pelatih, pengasuh, tenaga kesehatan, maupun pimpinan satuan pendidikan melalui mekanisme yang telah disiapkan. Seluruh laporan, kata Rico, akan ditindaklanjuti secara cepat.

Kemhan bersama panitia seleksi nasional juga memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap pelaksanaan program agar berjalan lebih aman, proporsional, edukatif, dan tetap sesuai dengan tujuan pembentukan calon pengelola koperasi.