JAKARTA, TAKAWA.ID - Dalam upaya memperkuat dukungan bagi pengusaha menengah dalam memperoleh akses pembiayaan dan investasi, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) 2026. Agenda Kick Off ACCES 2026 berlangsung di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, menegaskan bahwa usaha menengah memiliki peran strategis sebagai jembatan antara usaha mikro dan kecil menuju korporasi besar. Menurutnya, sektor ini berkontribusi besar dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong inovasi, meskipun masih menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan.
“Usaha menengah merupakan jembatan antara usaha mikro dan kecil dengan korporasi besar. Kelompok usaha ini menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, sekaligus inovasi. Namun, hingga saat ini mereka masih menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan,” kata Wamen Helvi.
Lebih lanjut, Wamen Helvi menyampaikan bahwa Presiden terus menekankan pentingnya peran UMKM sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional. UMKM dinilai tidak hanya menjadi penopang perekonomian, tetapi juga motor penggerak lahirnya pengusaha-pengusaha besar baru di Indonesia.
“Presiden berkali-kali menanamkan kepada kami bahwa UMKM adalah penyangga ekonomi negara. Beliau menginginkan agar perekonomian Indonesia semakin dikuasai oleh UMKM dengan tujuan melahirkan para pengusaha besar baru. Kami berharap lahirnya pengusaha-pengusaha besar itu berasal dari usaha menengah,” ujarnya.
Peluncuran ACCES 2026 disebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses pembiayaan dan investasi bagi pengusaha menengah di Indonesia. Melalui program ini, para pelaku usaha menengah diharapkan tidak hanya memperoleh akses pendanaan yang lebih optimal, tetapi juga mendapatkan pendampingan guna meningkatkan kesiapan usaha agar semakin bankable dan investment ready.


















