BUTON, TAKAWA.ID – Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Dusun Terapung di Desa Talaga baru, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada Minggu (19/7/2026). Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Harapan Amal Mulia yang memilih Masjid Dusun Terapung sebagai salah satu penerima bantuan pembangunan masjid di Indonesia.

Acara peletakan batu pertama dihadiri Perwakilan Yayasan Harapan Amal Mulia Muhammad Alam, S.Pd., M.Pd., Camat Lasalimu Dr. La Ode Zahaba, S.H.I., M.H.I., Ketua BPD Desa Talaga baru Safrian, S.H., Imam Masjid Hardedi, serta tokoh masyarakat dan warga Dusun Terapung.

Perwakilan Yayasan Harapan Amal Mulia Muhammad Alam, mengatakan pembangunan masjid tersebut menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi masyarakat Desa Talagabaru yang selama ini mendambakan rumah ibadah yang lebih layak.

Menurutnya, masjid yang berada di atas laut itu sudah lama membutuhkan renovasi sehingga sangat layak mendapatkan bantuan pembangunan.

"Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi masyarakat Desa Talaga baru. Setelah penantian yang panjang, akhirnya masyarakat akan memiliki masjid yang layak sebagai tempat ibadah," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid dapat terlaksana berkat terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara relawan Yayasan Harapan Amal Mulia, Pemerintah Desa Talaga baru, serta Pemerintah Kecamatan Lasalimu. Yayasan Harapan Amal Mulia sendiri berpusat di Kota Bandung dan memiliki berbagai program sosial di bidang keagamaan, pendidikan, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, yayasan tersebut telah menjalankan sejumlah program dengan total penerima manfaat mencapai 139.089 orang. Program-program tersebut antara lain Amal Syiar Islam, Harapan Anak Indonesia, Harapan Kemandirian Insani, Amal Mulia Peduli, Muliakan Palestina, hingga Menebarkan Kebaikan Kurban.

Muhammad Alam menyebut pembangunan Masjid Dusun Terapung merupakan bantuan pembangunan masjid pertama Yayasan Harapan Amal Mulia di Kabupaten Buton. Ia berharap pembangunan ini menjadi awal bagi lahirnya kerja sama yang lebih luas untuk membantu masjid-masjid lain yang masih membutuhkan.

"Kami berharap masyarakat ikut bergotong royong menyukseskan pembangunan ini. Bantuan dari yayasan merupakan amanah dari para donatur, sehingga keberhasilan pembangunan juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat," katanya.

Ia juga berharap setelah selesai dibangun, masjid dapat dimakmurkan melalui salat berjamaah lima waktu, pengajian anak-anak, majelis taklim, serta berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

"Pada masa Rasulullah SAW, masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan. Semoga masjid ini nantinya benar-benar menjadi pusat peradaban masyarakat di Desa Talagabaru," tambahnya.

Sementara itu, Camat Lasalimu, Dr. La Ode Zahaba, S.H.I., M.H.I., menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Harapan Amal Mulia atas kepeduliannya terhadap masyarakat Dusun Terapung.

"Atas nama Pemerintah Kecamatan Lasalimu, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Harapan Amal Mulia yang telah menghadirkan program pembangunan masjid di Dusun Terapung, Desa Talagabaru," ujarnya.

Ia berharap keberadaan masjid yang baru nantinya tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pembinaan remaja masjid, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.

La Ode Zahaba juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong agar pembangunan yang direncanakan berlangsung selama dua bulan itu dapat selesai lebih cepat.

"Kami yakin dengan koordinasi pemerintah desa, BPD, dan seluruh masyarakat, pembangunan ini bisa berjalan lancar. Semoga ke depan masih ada program-program lain dari Yayasan Harapan Amal Mulia untuk Kecamatan Lasalimu, khususnya Desa Talagabaru," katanya.

Ketua BPD Desa Talaga baru, Safrian, S.H., yang mewakili kepala desa, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan yayasan.

Menurutnya, kondisi masjid selama ini memang jauh dari kata layak sehingga bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat.

"Kami sangat bersyukur karena akhirnya masjid kami mendapat bantuan pembangunan dari Yayasan Harapan Amal Mulia. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para donatur dan memberikan kemudahan bagi yayasan dalam menjalankan seluruh program kemanusiaannya di Indonesia," ucapnya.

Senada dengan itu, Imam Masjid Hardedi mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan masjid.

Ia berharap setelah masjid selesai dibangun, masyarakat semakin aktif memakmurkan rumah ibadah tersebut melalui salat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Talagabaru, untuk bersama-sama memakmurkan masjid dengan salat lima waktu berjamaah dan kegiatan-kegiatan keislaman lainnya," tuturnya.

Pembangunan Masjid Dusun Terapung diharapkan menjadi simbol semangat gotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan Yayasan Harapan Amal Mulia dalam menghadirkan sarana ibadah yang layak sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat pesisir di Desa Talaga baru.