JAKARTA, TAKAWA.ID - Pemerintah bersiap menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Sebanyak 900 koperasi yang dinilai siap beroperasi akan menjadi lokasi awal uji coba yang ditargetkan mulai berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan uji coba penyaluran bansos akan dilakukan setelah Kopdes Merah Putih mulai beroperasi. Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan mekanisme penyaluran agar dapat diterapkan melalui koperasi tersebut.

"Mulai setelah operasional, mungkin uji coba (penyaluran bansos) akhir Agustus," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (28/7/2026).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pelaksanaan uji coba akan dilakukan di 900 Kopdes Merah Putih yang dalam waktu dekat siap menjalankan operasionalnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bansos triwulan III saat ini masih dalam proses. Sementara itu, pemerintah membuka peluang agar penyaluran bansos pada triwulan IV mulai diuji coba melalui Kopdes Merah Putih.

"Sekarang ini sudah penyaluran triwulan III ya, sudah proses ya. Mungkin nanti pada triwulan IV kita akan mencoba. Tapi ini kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik ini sebagai uji coba," ujarnya.

Untuk tahap awal, mekanisme penyaluran akan melibatkan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang membuka layanan agen di Kopdes Merah Putih. Penerima manfaat nantinya dapat mencairkan bantuan melalui layanan tersebut dan menggunakan dana yang diterima untuk berbelanja di koperasi.

Pemerintah juga mempertimbangkan skema penyaluran bansos secara langsung melalui Kopdes Merah Putih pada masa mendatang. Namun, penerapan mekanisme tersebut masih menunggu perubahan regulasi karena aturan yang berlaku saat ini menetapkan penyaluran bansos dilakukan melalui Himbara atau PT Pos.

Adapun jenis bansos yang masuk dalam rencana uji coba tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako. BPNT sendiri merupakan bantuan senilai Rp 200 ribu per bulan yang selama ini dicairkan kepada penerima manfaat setiap tiga bulan sekali.

Uji coba di 900 titik tersebut diharapkan menjadi tahap awal untuk melihat kesiapan Kopdes Merah Putih dalam mendukung penyaluran bansos. Hasil pelaksanaan uji coba nantinya dapat menjadi bahan evaluasi sebelum skema penyaluran melalui koperasi diterapkan secara lebih luas.