JAKARTA, TAKAWA.ID - Dalam rangka memperingati 20 tahun Gempa Yogyakarta, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Teknis yang digelar secara hybrid, Senin (4/5/2026). Rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur dunia usaha, organisasi kemanusiaan, hingga relawan kebencanaan.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan peringatan dapat berlangsung optimal sekaligus memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi potensi bencana. Berbagai aspek teknis dibahas secara rinci, termasuk kesiapan personel, kelengkapan peralatan, pengaturan lokasi kegiatan, serta mekanisme koordinasi di lapangan.
Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Menurutnya, peringatan dua dekade Gempa Yogyakarta menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan budaya sadar dan siaga bencana di Indonesia.
“Aspek kesiapsiagaan harus dipersiapkan secara matang, baik dari sisi personel, peralatan, maupun koordinasi lapangan. Momentum peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya penguatan budaya siaga bencana di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK.
Melalui koordinasi lintas sektor yang semakin erat, Kemenko PMK berharap pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

















