JAKARTA, TAKAWA.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan promosi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja kementerian dalam mengelola sumber daya alam secara optimal.

Dalam sambutannya pada acara pelantikan di Jakarta, Rabu (6/5/2026), Bahlil menegaskan bahwa pemerintah saat ini dituntut untuk meningkatkan peran negara dalam pemanfaatan sumber daya alam, sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.

“Di Kementerian kita ini sebenarnya tidak hanya kita berbicara tentang menerbitkan izin, tapi juga kita harus mampu menerjemahkan kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai dengan apa yang diarahkan dan apa yang menjadi program Bapak Presiden,” ujar Bahlil.

Sebagai pembantu Presiden, Bahlil menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran kementerian dalam menerjemahkan kebijakan dan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Ia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar memiliki komitmen kuat terhadap bangsa dan negara di mana pun mereka ditugaskan.

Terkait pengelolaan sumber daya alam, Bahlil menegaskan bahwa negara dan badan usaha harus berjalan beriringan. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi serta memperbaiki tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Ke depan untuk pengelolaan IUP, kepentingan negara harus lebih besar. Tidak boleh lagi kita obral, semuanya harus betul-betul bermanfaat dan hasilnya dioptimalkan untuk negara, tetapi kita juga harus mengayomi pengusaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil melantik 19 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM. Selain itu, ia juga mewakili Presiden memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan kepada 19 pegawai di lingkungan Kementerian ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi.