JAKARTA, TAKAWA.ID – Spanyol berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan Argentina pada partai final. Gol tunggal Ferran Torres pada masa injury time menjadi mimpi buruk bagi La Albiceleste yang harus mengubur ambisi mereka untuk mengangkat trofi.

Penyerang Spanyol itu mencetak gol penentu kemenangan ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir. Emiliano Martínez yang berada di bawah mistar Argentina tak mampu membendung bola yang meluncur ke gawangnya.

Kekalahan tersebut membuat Argentina harus puas finis sebagai runner-up. Sementara bagi Spanyol, kemenangan ini menjadi momen spesial setelah perjuangan panjang mereka sepanjang turnamen.

Sorotan juga tertuju kepada Lionel Messi. Megabintang Argentina itu sebelumnya tampil gemilang dan menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dalam perjalanan tim menuju partai final.

Namun, performa Messi pada laga puncak kali ini dinilai tidak seimpresif penampilannya di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pemain veteran tersebut kesulitan memberikan dampak besar seperti yang biasa ditunjukkannya.

Pada akhirnya, sepak bola kembali memperlihatkan sisi lain dari sebuah pertandingan. Argentina yang telah berjuang keras harus menerima kenyataan pahit setelah gol Ferran Torres di penghujung laga memastikan kemenangan Spanyol.

Messi pun tak menutupi rasa kecewanya. Melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (20/7/2026), kapten Argentina tersebut mengungkapkan kesedihan sekaligus mencoba mengambil sisi positif dari perjalanan timnya.

"Rasa sakit ini sangat besar dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini. Namun, saya juga memilih untuk mengenang semua hal baik. Pertandingan-pertandingan di mana kami mampu membalikkan keadaan dengan memberikan segalanya—yang akan selamanya membekas dalam ingatan," tulis Messi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Argentina yang terus memberikan dukungan kepada tim sepanjang turnamen.

"Serta dukungan dari seluruh negeri yang, bersama dengan kerja keras dan usaha kelompok ini, membawa kami kembali berada di antara yang terbaik di dunia sekali lagi," lanjutnya.

Menurut Messi, meski kekalahan di final terasa sulit diterima, perjalanan Argentina hingga kembali tampil di partai puncak tetap menjadi pencapaian yang layak dibanggakan.

"Hari ini memang sulit untuk menghargai apa yang telah kami capai, tetapi kelompok ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut," ujar Messi.

Messi kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Argentina yang tetap memberikan dukungan setelah kegagalan tersebut.

"Terima kasih banyak dari lubuk hati yang paling dalam atas setiap ucapan dan setiap pesan. Sekali lagi kita berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi rasa bangga yang luar biasa sebagai warga Argentina," katanya.

Di akhir pesannya, Messi juga menunjukkan sikap sportif dengan memberikan ucapan selamat kepada Spanyol yang berhasil merebut gelar juara.

"Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas gelarnya," ucap Messi.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Argentina. Namun, perjalanan mereka hingga mencapai final menunjukkan bahwa tim tersebut masih mampu bersaing di level tertinggi. Bagi Messi dan rekan-rekannya, luka dari kegagalan ini mungkin membutuhkan waktu untuk sembuh.