JAKARTA, TAKAWA.ID - Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka Art Jakarta Gardens 2026 yang digelar di Plataran Hutan Kota, kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Diselenggarakan setiap tahun sejak 2021, pameran ini terus berkembang menjadi salah satu ajang seni rupa kontemporer internasional terkemuka di Asia Tenggara sekaligus ruang integrasi antara karya seni rupa, publik, dan pelaku budaya.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Art Jakarta Gardens 2026 sebagai wadah ekspresi budaya yang mempertemukan perupa Indonesia maupun mancanegara. Ia menilai, ekosistem seni rupa yang sehat harus dibangun melalui kolaborasi, inklusivitas, dan keberlanjutan—nilai yang dinilai tercermin dalam penyelenggaraan pameran tersebut.

“Art Jakarta Gardens 2026 menjadi sarana edukasi publik agar semakin dekat sekaligus memahami dan menghargai seni rupa sebagai bagian penting dari kehidupan budaya kita. Pameran ini membuka peluang bagi para seniman Indonesia dalam menampilkan karya-karya terbaik, memperluas jaringan, serta menjangkau audiens yang lebih beragam,” ujar Fadli Zon.

Menurut Menbud, kehadiran Art Jakarta Gardens 2026 bukan sekadar perayaan atas karya seni yang dipamerkan, tetapi juga langkah konkret untuk membangun masa depan seni rupa Indonesia yang lebih kuat dan kompetitif. Ia berharap ekosistem seni Nusantara dapat semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Fadli Zon menegaskan bahwa penyelenggaraan Art Jakarta Gardens 2026 sejalan dengan visi dan misi Kementerian Kebudayaan dalam mendukung pelaku budaya untuk terus mengekspresikan kreativitas serta menyebarkan inspirasi kepada masyarakat luas. Selain menghadirkan seniman lokal dan internasional, pameran ini juga melibatkan pelaku budaya dari program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, salah satu program unggulan kementerian dalam pengembangan talenta kebudayaan Indonesia.

Melalui ajang ini, pemerintah berharap seni rupa semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi medium penguatan identitas budaya Indonesia di tengah perkembangan seni global.