JAKARTA, TAKAWA.ID - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI menegaskan bahwa keberadaan Komcad ASN menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan negara. Menurutnya, keterlibatan ASN dalam Komponen Cadangan mencerminkan kepercayaan yang diberikan negara dan rakyat untuk turut berperan dalam upaya bela negara sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa latihan dasar kemiliteran yang diikuti para peserta tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga membentuk kesiapsiagaan nasional. Para ASN Komcad diharapkan mampu menjadi kekuatan cadangan yang dapat mendukung tugas TNI apabila negara menghadapi ancaman maupun situasi darurat yang memerlukan mobilisasi sumber daya nasional.

Selain aspek pertahanan, Sjafrie juga menyoroti pentingnya penguatan karakter ASN. Ia menekankan bahwa nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Ia berpesan, ASN Komcad harus menunjukkan sikap disiplin, loyal, serta memiliki dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri agar mampu menghadapi perubahan lingkungan strategis serta tantangan birokrasi yang semakin dinamis. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan, etika, dan integritas sebagai bagian dari aparatur negara sekaligus anggota Komponen Cadangan.

Kegiatan pengarahan berlangsung dengan dihadiri Wakil Menteri Pertahanan RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, Rektor Universitas Pertahanan RI, serta sejumlah pejabat Kemhan dan TNI.