JAKARTA, TAKAWA.ID - Pemerintah terus memperkuat peran sektor perdagangan dan investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sebagai instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja yang layak, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Seminar on Trade, Investment and Decent Work yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jakarta, Rabu (29/04/2026). Forum ini menjadi ruang dialog penting bagi berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menyampaikan bahwa Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen dan terus berupaya mencapai target pertumbuhan sebesar delapan persen. Upaya tersebut didukung dengan penguatan kerja sama perdagangan internasional bersama berbagai mitra strategis.

“Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen dan terus mengejar target pertumbuhan sebesar 8 persen. Kami menjaga perjanjian perdagangan yang kuat dengan mitra seperti Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara di Asia untuk mendukung perdagangan global dan rantai pasok yang menjunjung tinggi hak asasi manusia serta mendorong pekerjaan layak bagi semua,” ujar Dida

Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa manfaat perdagangan dan investasi belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan integrasi kebijakan yang lebih kuat antara sektor perdagangan, investasi, dan ketenagakerjaan guna memastikan terciptanya pembangunan yang inklusif.

Seminar tersebut menjadi wadah untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan kebijakan yang mampu mendorong terciptanya pekerjaan layak, melindungi hak-hak pekerja, serta memperluas peluang bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menekankan pentingnya kualitas pekerjaan sebagai indikator keberhasilan pembangunan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan tenaga kerja.

“Perdagangan dan investasi dapat menjadi pendorong kuat kemajuan, namun keberhasilannya juga harus diukur dari kualitas pekerjaan yang diciptakan serta peluang yang dibuka bagi pekerja dan pelaku usaha. Dialog ini bertujuan untuk menemukan cara-cara praktis agar pertumbuhan menjadi lebih inklusif, memperkuat standar ketenagakerjaan, dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian dialog nasional selama tiga hari mengenai perdagangan, investasi, dan pekerjaan layak di Indonesia. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, hingga masyarakat sipil.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan kondisi kerja yang lebih adil dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga terkait, termasuk dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kemenko Perekonomian, ILO, serta berbagai asosiasi dan institusi lainnya.